Isu Reshuffle, Menteri Sosial Tri Rismaharini Akan Diganti?



TOPNEWS.MY.ID – Menteri Sosial Tri Rismaharini beberapa kali dikritik karena gaya kepemimpinannya yang mudah meledak-ledak.

Di tengah isu reshuffle yang kembali berembus, mungkinkah Menteri Risma masuk dalam jajaran menteri yang bakal diganti?

Menteri Sosial, Tri Rismaharini salah satu menteri Jokowi yang cukup sering membuat perhatian publik tercuri. Tegas, blak-blakan, tak segan jika harus marah-marah depan publik.

Tapi, gayanya ini kerap memicu kontroversi. Tidak hanya dari oposisi juga koalisi. Bahkan, di tengah menghangatnya isu reshuffle, di antaranya meminta Presiden Jokowi menegur sang menteri. Namun apa iya, Risma masuk radar rombakan kabinet Jokowi?

Video ini viral di media sosial. Saat Risma bersitegang dengan pendemo di tengah kunjungan kerjanya ke Lombok, NTB.

Pengunjuk rasa, memprotes dugaan keterlibatan pejabat desa, sebagai pemasok penyaluran bansos.

Emosi Risma tersulut, karena pendemo meneriakinya, tanpa berbekal data. Tak lama, salah seorang pendemo itu meminta maaf kepada Risma.

Baca Juga Risma Kembali Marah-marah, Pengamat Politik: Jokowi Sebaiknya Evaluasi dan Reshuffle Menteri Risma di

Ini bukan kali pertama, risma naik darah di depan publik. Gaya kepemimpinan bersumbu pendek ini bahkan membuat Risma dijuluki sebagai menteri rasa Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama. Pemimpin yang kerap meledak saat melihat ada yang mencoba mengakali aturan.

Di tengah kembali menghangatnya isu reshuffle, kritik datang tidak hanya dari partai oposisi, tapi juga koalisi.

PKS misalnya, yang meminta Jokowi menegur Risma. Ada juga PKB, yang meminta Risma menahan diri meluapkan emosi di muka umum.

Dari sudut pandang Risma, yang penting, tugasnya sebagai Mensos dijalankan dengan baik. Ia bahkan menyebut, siap mundur dari kursi menteri kalau tidak mampu.

Artikel ini bisa dilihat di :

https://www.youtube.com/watch?v=Sgn6wxnMAEA

Respon (25)

  1. Kalian lupa, kata Gus Dur kementrian sosial itu sarang tikus sarang koruptor so sudah tepat Bu Risma harus bersikap tegas dan keras demi merubah kinerja kementerian sosial jadi lebih baik!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *