Harga Tiket Dibandrol Rp 250 Ribu-Rp 1 Juta, Ini yang Didapat Penonton Liga 1 | Bolaindo

  • Bagikan



Wacana pertandingan BRI Liga 1 2021 dihadiri penonton di stadion terus bergulir.

PT Liga Indonesia Baru atau PT LIB terus menyusun skema pertandingan dengan penonton di masa pandemi Covid-19.

Diketahui, saat ini pemerintah masih menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM.

Meski demikian, PT LIB sudah memberi bocoran berapa harga tiket untuk bisa menonton langsung di stadion.

Harga tiket dibanderol mulai Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta.

Namun, dengan merogoh kocek semahal itu, penonton tak sekadar mendapatkan tiket.

Diketahui, saat ini BRI Liga 1 2021 berlangsung dalam format series dan tanpa penonton.

Dilansir dari Bolasport.com, belakangan ini wacana Liga 1 2021/2022 boleh dihadiri oleh penonton telah jadi pembahasan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Hal ini sudah menjadi perbincangan setelah pemerintah memberi lampu hijau untuk Liga 1 dan Liga 2 bileh dihadiri penonton.

Hanya saja ada batasan yang diberikan untuk penonton yang bisa datang dan mendukung tim kebangaannya.

Sebab kompetisi Liga 1 masih digelar di tengah pandemi Covid-19, sehingga banyak yang harus dipertimbangkan.

Tentu saja pertimbangan dengan memperbolehkan penonton datang langsung ke stadion akan berpengaruh juga pada harga tiket.

Dalam situasi saat ini harga tiket tentu saja bisa melonjak tinggi karena penonton nantinya akan menerima proses prokes seperti tes antigen dan yang lain.

Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita juga mengatakan bahwa memang untuk tiket akan melonjak dari situasi normal.

Harga tiket untuk yang termurah akan menyentuh Rp 250 ribu higga yang termahal bisa tembus Rp 1 juta rupiah.

Tentu saja ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang mana klub hanya menjual harga tiket pertandingan dari Rp 25 ribu hingga Rp 150 ribu.

PT LIB tentu memiliki pertimbangan tinggi dengan menaikkan harga tiket secara drastis.

“Kenapa karcis bisa sampai segitu? Karena akan akan banyak benefit yang didapatkan penonton,” ujar Akhmad Hadian sebagaimana dilansir BolaSport.com dari laman resmi PSSI.

Benefit yang dimaksud oleh pria asal Jawa Timur itu soal penonton yang akan mendapatkan peralaan protokol kesehatan.

Suporter yang datang ke stadion akan menerima masker, hand sainitizer, tes antigen, kemudian food and bereage, dan yang lainnya.

Meski telah menyebutkan seperti itu, harga tersebut dinilai belum pada tutik final.

Sebab PSSI dan PT LIB juga terus melakukan kajian terkait rencana hadirnya penonton.

Menurut Hadian, banyak yang harus dipertimbangkan dari infrastruktur untuk orang suporter duduknya.

Hingga rencana tempat duduk akan diatur sesuai nomor agar nantinya tracking dan tracing dapat dilakukan dengan mudah apabila ada hal yang tak diinginkan.

Hadian mengaku bahwa hal itu sampai saat ini terus menjadi bahan diskusi bersama PSSI.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan juga mengatakan bahwa pihaknya juga akan melakukan diskusi dengan stakeholder terkait.

Tentu saja hal ini dilakukan dengan berbagai macam pertimbangan.

“Ini yang akan kita siapkan dulu. Setelah semua siap baru kita akan diskusikan lebih lanjut dengan Kemenpora, Kemenkes, Satgas Covid, Koordinator PPKM Jawa Bali dan luar Jawa Bali, Kepolisian, BNPB,” tutur Mochamad Iriawan.

Untuk mendatangkan penonton ke stadion memang tak mudah.

Sebab selama pertandingan juga PT LIB sebagai operator pelaksana kompetisi sudah merasakan bagaimana sulitnya mengontrol tim setiap pekannya.

Apalagi dengan mendatangkan penonton, tentu akan banyak pertimbangan yang dipikirkan dengan matang, sehingga penonton bisa datang ke stadion nantinya.

Arahan Jokowi

Kabar gembira bagi suporter diseluruh Indonesia, pasalnya PT Liga Indonesia Baru (LIB) tengah mempersiapkan cara agar kompetisi Liga 1 2021 dapat dihadiri penonton ke stadion.

Hal itu dingkapkan Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita.

Akhmad Hadian Lukita mengatakan bahwa pihaknya diminta untuk menyiapkan mekanisme apabila pertandingan Liga 1 2021 dihadiri penonton.

Rencana tersebut, mulanya merupakan arahan Presiden Joko Widodo kepada Menpora Zainudin Amali setelah melihat pertandingan Piala Menpora 2021 yang bergulir tanpa dihadiri penonton.

Meski demikian, Jokowi meminta agar pertandingan dengan penonton harus dikaji lebih dulu lantaran bergulir di tengah pandemi Covid-19.

Mekanisme hadirnya penonton dalam pertandingan Liga 1 dikatakan Hadian sudah disiapkan dan tinggal diberikan kepada pihak Kemenpora dan Kepolisian.

“Kami memang diminta beberapa dokumen misalnya soal protokol kesehatan dengan penonton ada infografisnya yang bisa memperkuat perencanaan seperti apa nanti kalau kita adakan seperti itu, target hari ini kami akan kirim ke Kemenpora termasuk ke Kepolisian,” kata Hadian saat dihubungi Tribunnews, Jumat (7/5/2021).

Tak hanya dengan penonton, PT LIB juga mengajukan pertandingan tanpa penonton.

Untuk pertandingan tanpa penonton menurutnya tidak terlalu susah karena mekanismenya sudah ada dan berjalan sukses pada Piala Menpora 2021.

Sementara pertandingan dihadiri penonton, PT LIB telah menyiapkan bagaimana persyaratannya seperti alur penonton saat masuk Stadion, pembelian tiket bahkan ada syarat pula mereka yang datang ke Stadion harus yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19.

“Dengan penonton kan bukan semudah buka pintu kan ada walk flow yang jelas, gimana caranya tiketingnya, itu juga masuk dalam kajian kami yang akan kami kirim,” kata Hadian.

“Ya itu juga (penonton wajib vaksin) karena gini misalnya wajib vaksin nanti sistem kami harus nyambung ke Kemenkes.

Kami harus berhubungan kesana kalau tidak ya kami tidak tahu verifikasi datanya,” jelasnya. (Tribun Kaltim)

Berita Terkait



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *