Rembang Kembali Raih APE Kategori Mentor

  • Bagikan


REMBANG – Kabupaten Rembang kembali meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) kategori Mentor atau tingkat tertinggi, dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPPA) RI secara virtual, Rabu (13/10/2021). Penghargaan tersebut merupakan kali ketiga, sejak 2016.

Menteri PPPA RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyampaikan, APE merupakan ukuran untuk melihat kemajuan pembangunan, yang berorientasi pada pembangunan berkeadilan gender dan gambaran implementasi, terhadap upaya yang telah dilakukan kementarian, lembaga, dan pemda dalam usaha melaksanakan strategi pengarusutamaan gender.

Selain itu, lanjutnya, pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan strategi pengarusutamaan gender dilakukan dengan beberapa indikator. Indikator tersebut nantinya yang dapat mengukur pengarusutamaan gender dengan melihat aspek kelembagaan dan implementasi, dari tujuh prasyarat pengarusutamaan gender.

“Sebagai bentuk apresiasi bagi kementerian, lembaga, dan pemda yang dianggap berhasil dalam mengimplementasikan di dalam program dan kegiatannya, Kementerian PPPA memberikan penghargaan anugerah parahita ekapraya atau APE,” jelasnya.

Disampaikan, penghargaan APE diberikan setiap dua tahun sekali sejak 2006. Namun, pada 2020, penyerahan penghargaan terpaksa diundur karena pandemi Covid-19.

Ditambahkan, dalam penilaian penghargaan tersebut ada tujuh syarat yang harus dipenuhi. Yakni, komitmen kepemimpinan dari lembaga eksekutif dan yudikatif, kebijakan yang memiliki komitmen untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender (KKG) di berbagai pembangunan, struktur dan mekanisme pemerintah yang mendukung pelaksanaan PUG. Kemudian, juga harus ada peran serta masyarakat, data dan informasi terpilah, adanya alat analisis untuk perencanaan dan penganggaran untuk mendukung PUG, dan terakhir adanya sumber dana dan SDM yang memadai.

Bupati Rembang Abdul Hafidz bersyukur Kabupaten Rembang bisa meraih penghargaan APE kategori mentor tiga kali berturut-turut. Menurutnya, hal itu membuktikan komitmen Pemkab Rembang dalam melaksanakan pembangunan tanpa ada sekat atau batasan, maupun perbedaan gender.

Disampaikan, implementasi pengarusutamaan gender (PUG) Pemkab Rembang sudah memiliki perencanaan secara matang. Mulai dari regulasi dan pelaksanaannya hingga ke tingkat desa.

Dari sisi SDM, lanjut bupati, di Rembang memiliki 10 orang gender champion, yakni orang-orang yang mempunyai komitmen besar dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender di Rembang. Seperti, Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia Fatimah Asri Mutmainnah, yang berharap Rembang menjadi daerah inklusi, ramah terhadap disabilitas.

Bupati berharap, semua gender champion dapat menjadi kepanjangan tangan pemerintah, dalam mewujudkan kesetaraan gender di Kabupaten Rembang.

“Melalui kebijakan dan program Pemerintah Kabupaten Rembang bermaksud untuk memberikan penghargaan kepada perempuan, lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas,” ungkapnya.

Penulis: Kontributor Kab Rembang
Editor: Di, Diskominfo Jateng



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *