Mengenal Hodgkin lymphoma, Kanker yang Menyerang Gelandang Bournemouth

  • Bagikan
10 Foto Ada Hegerberg, Pemenang Ballon d'Or Wanita Pertama


“David Brooks harus mundur dari pelatnas timnas Wales karena penyakit langka ini.”

TOPNEWS.MY.ID – Lewat akun media sosial, gelandang Bournemouth dan tim nasional Wales, David Brooks, telah mengungkapkan bahwa dirinya telah didiagnosis menderita kanker jenis Hodgkin lymphoma. Bahkan, sudah masuk ke stadium dua.

Karena penyakit tersebut, Brooks mengundurkan diri dari skuad Wales yang sedang berjuang di Kualifikasi Piala Dunia 2022. “Saya akan memulai pengobatan minggu depan. Meski ini mengejutkan saya dan keluarga saya, saya yakin saya akan pulih sepenuhnya dan kembali bermain sesegera mungkin,” kata Brooks, dilansir Sky Sports

“Saya ingin menunjukkan penghargaan saya kepada para dokter, perawat, konsultan, dan staf yang telah merawat saya atas profesionalisme, kehangatan, dan pengertian mereka selama proses ini,” tambajh Brooks.

Lebih lanjut Brooks mengutarakan ucapan terima kasih untuk semua pihak yang telah bersimpati padanya. “Saya ingin berterima kasih kepada semua orang di Asosiasi Sepakbola Wales karena tanpa perhatian cepat dari tim medis mereka, kami mungkin tidak mendeteksi penyakitnya,” ungkap Brooks.

“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Bournemouth atas semua dukungan dan bantuan mereka selama seminggu terakhir ini,” ucap Brooks.

Brooks mengungkapkan bahwa dirinya ingin fokus pada proses pemulihan. “Meski saya menghargai bahwa akan ada perhatian dan minat media, saya ingin meminta agar privasi saya dihormati dalam beberapa bulan mendatang dan saya akan membagikan pembaruan tentang kemajuan saya ketika saya dapat melakukannya,” beber Brooks.

10 Foto Ada Hegerberg, Pemenang Ballon d’Or Wanita Pertama

“Sementara itu, terima kasih kepada semua orang atas pesan dukungan mereka. Itu sangat berarti dan akan terus berlanjut di bulan-bulan mendatang. Saya berharap dapat melihat anda semua lagi dan memainkan olahraga yang saya cintai segera,” tambah Brooks.

Penyakit jenis apa Hodgkin lymphoma itu?

Hodgkin lymphoma sendiri adalah jenis kanker yang berkembang di sistem limfatik, bagian dari sistem kekebalan tubuh, dan terutama menyerang orang dewasa muda di awal usia 20-an atau pada orang dewasa yang jauh lebih tua di atas usia 70 tahun.

Kanker berasal dari jenis sel darah putih tertentu yang disebut limfosit dengan sel Reed, Sternberg (sel RS), berinti banyak terdapat di kelenjar getah bening pasien. Gejalanya termasuk demam, keringat malam, dan penurunan berat badan.

Seringkali pembesaran kelenjar getah bening yang tidak menyakitkan terjadi di leher, di bawah lengan, atau di selangkangan. Mereka yang terkena akan merasa lelah atau gatal.

Dua jenis utama Hodgkin lymphoma adalah Hodgkin lymphoma klasik dan Hodgkin lymphoma yang didominasi limfosit nodular. Sekitar setengah dari kasus Hodgkin lymphoma disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV) dan ini umumnya merupakan bentuk klasik.

Faktor risiko lain termasuk riwayat penyakit dalam keluarga dan memiliki HIV/AIDS. Diagnosis dilakukan dengan memastikan adanya kanker dan mengidentifikasi sel RS pada biopsi kelenjar getah bening. Kasus virus-positif diklasifikasikan sebagai bentuk penyakit limfoproliferatif terkait virus Epstein-Barr.

Hodgkin lymphoma dapat diobati dengan kemoterapi, terapi radiasi, dan transplantasi sel induk. Pilihan pengobatan seringkali tergantung pada seberapa lanjut kanker telah berkembang dan apakah memiliki ciri-ciri yang menguntungkan atau tidak.

Pada penyakit awal, penyembuhan seringkali mungkin dilakukan. Di Amerika Serikat, 88% orang yang didiagnosis dengan Hodgkin lymphoma bertahan hidup selama 5 tahun atau lebih. Tapi, bagi mereka yang berusia di bawah 20 tahun, tingkat kelangsungan hidup adalah 97%.

Sayangnya radiasi dan beberapa obat kemoterapi berpotensi meningkatkan risiko kanker lain, penyakit jantung, atau penyakit paru-paru selama beberapa dekade berikutnya.

Pada 2015, sekitar 574.000 orang di seluruh dunia menderita Hodgkin lymphoma. Tapi, hanya 23.900 (4,2%) yang meninggal. Dan, penyakit ini dinamai atas nama dokter Inggris, Thomas Hodgkin, yang pertama kali menggambarkan kondisi pada 1832.

“Semua orang di Bournemouth akan melakukan segala yang mungkin bisa dilakukan untuk membantu mendukung David dan keluarganya selama pemulihannya. Kami memberi David semua waktu yang dia butuhkan untuk sembuh dan akan melakukan segala yang kami bisa untuk membantunya,” kata Kepala eksekutif Bournemouth, Neill Blake.

“Saya tahu semua orang akan tertarik untuk menunjukkan cinta dan dukungan untuk David yang akan sangat membantunya saat dia pulih. Tapi, kami juga mendesak anda semua untuk menghormati privasinya dan keluarganya,” pungkas Blake.

(mochamad rahmatul haq/anda)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *