Komnas HAM: Polisi ‘Smackdown’ Pendemo Berpotensi Langgar HAM!

  • Bagikan
Komnas HAM Ambil Keterangan Abraham Samad Cs Soal TWK KPK


TOPNEWS.MY.ID Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk kedua kalinya mengecam aksi kekerasan yang dilakukan Polisi saat mengamankan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi di Kabupaten Tangerang kemarin. Sebab, tindakan aparat itu berpotensi melanggar HAM.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam pun mengecam tindakan represif aparat terhadap para pendemo itu.

“Komnas HAM mengecam tindakan kekerasan dan represif yang dilakukan petugas kepolisian terhadap aksi demo mahasiswa kemarin yang ada di Kabupaten Tangerang. Khususnya tindakan men-smackdown salah satu peserta aksi,” katanya dalam pernyataan tertulis yang diterima TOPNEWS.MY.ID, Jakarta, Kamis (14/10/2021).

Dia mengatakan, secara prinsipal, tindakan kekerasan dan represifitas aparat itu sangat potensial melanggar hak-hak dasar warga negara. Selain itu, menurutnya, aksi aparat membanting pendemo ke lantai trotoar juga potensial melanggar prosedur tetap (protap) kepolisian. 

“Tindakan ini tidak sesuai dengan prinsip-prinsip HAM dan tentu saja ini potensial melanggar HAM dan kami yakin juga potensial melanggar protap internal kepolisian,” katanya.

Oleh karena tindakan itu tidak sesuai protap, kata dia, peristiwa itu seharusnya tidak boleh terjadi lagi di manapun di seluruh wilayah Indonesia. Sebab, dikhawatirkan tindakan aparat di lapangan saat menghadapi massa pendemo itu potensial terjebak dalam praktik pelanggaran HAM.

“Dan oleh kerenanya ini harus diupayakan agar di mana pun dan untuk siapa pun di seluruh indonesia tidak terjadi kembali,” ungkapnya. 

Sebagai informasi, sejumlah mahasiswa dari berbagai kelompok di Kabupaten Tangerang menggelar aksi demonstrasi di tengah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-389 Kabupaten Tangerang. Demonstrasi yang berlangsung di kawasan Kantor Bupati Tangerang pada Rabu (13/10/2021) itu pun berakhir ricuh. 

Dalam video yang beredar, terlihat satu mahasiswa diamankan petugas. Lehernya dipiting dan ditarik ke atas trotoar. Dengan menggunakan ujung lututnya, mahasiswa itu diangkat lalu dibanting dengan keras. Tulang ekor dan tubuh mahasiswa dan kepalanya membentur keras ke lantai trotoar. Seketika itu tubuh mungil mahasiswa itu sempat tak bergerak.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *