Kisah Taktik “Parkir Bus”: dari Mourinho, oleh Mourinho, untuk Mourinho

  • Bagikan
10 Foto Ada Hegerberg, Pemenang Ballon d'Or Wanita Pertama


“Awalnya untuk mengkritik lawan. Kemudian, justru digunakan sendiri. Begini sejarahnya.”

TOPNEWS.MY.ID – Tujuan utama dalam sepakbola adalah untuk mencetak lebih banyak gol daripada yang dilakukan lawan. Terlepas dari taktik yang digunakan, sejarah hanya mengenal kemenangan. Jadi, apa pun akan dilakukan untuk menang, termasuk memainkan taktik super defensif.

Dalam perkembangannya, salah satu strategi  yang cukup dibenci banyak suporter adalah “parkir bus”. Secara sederhana parkir bus dapat diartikan sebagai gaya bermain yang cenderung bertahan. Pelatih menginstruksikan pemainnya berada di depan gawang dalam dua garis di lini pertahanan. 

Tujuan utamanya untuk menghindarkan klub dari kemungkinan kebobolan. Dari sudut pandang tim lawan, parkir bus dapat menyebabkan frustrasi besar karena lawan memiliki sedikit ruang untuk menciptakan peluang dan biasanya disiasati dengan tembakan jarak jauh.

Istilah parkir bus dipopulerkan oleh Jose Mourinho ketika bertanggung jawab menukangi Chelsea pada 2004-2007. Parkir bus adalah ungkapan yang telah menjadi sinonim dengan Mourinho. 

Uniknya, ungkapan “parkir bus” sebenarnya keluar dari mulut nakhoda asal Portugal tersebut untuk mengkritik gaya main lawannya. Itu terjadi saat Chelsea bermain imbang tanpa gol dengan Tottenham Hotspur pada 2004.

“Seperti yang kami katakan di Portugal, mereka (Spurs) membawa bus dan meninggalkan bus tersebut di depan gawang mereka. Saya akan sangat frustrasi jika saya adalah suporter yang membayar 50 pounds untuk menonton pertandingan. Itu karena Spurs datang hanya untuk bertahan,” ujar Mourinho saat itu, dikutip Goal.

10 Foto Ada Hegerberg, Pemenang Ballon d’Or Wanita Pertama

“Saya sangat frustrasi karena hanya ada satu tim yang mengincar kemenangan. Mereka hanya datang untuk tidak kebobolan. Dan, itu tidak adil untuk sepakbola yang kami mainkan,” tambah pria yang kini membesut AS Roma itu.

Anehnya, Mourinho justru menjadi pelatih yang kemudian identik dengan parkir bus ini. Taktik itu digunakan Mourinho di Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, Manchester United, hingga Tottenham. Sementara di Roma tampaknya hanya tinggal menunggu waktu karena belum ada klub besar yang dihadapi di Serie A.

Taktik parkir bus ala Mourinho paling sukses adalah pada musim 2004/2005. Saat itu, Chelsea memecahkan rekor clean sheets terbanyak dalam satu musim Liga Premier dengan 15 kali. Kemudian, mereka memenangkan gelar dengan hanya satu kekalahan.

Berkat parkir bus juga, Mourinho mengantarkan The Blues meraih gelar Liga Premier berturut-turut, satu Piala FA, dan dua Piala Liga.

Taktik itu juga kemudian terbukti ampuh ketika Mourinho melatih Inter. Pada musim 2009/2010, I Nerrazurri meraih tiga gelar dalam satu musim. Salah satu yang ikonik ketika taktik itu membuat Barcelona frustrasi di semifinal leg kedua. Dan, Mourinho cuek, meski dicemooh karena menggunakan taktik itu. Dia tutup kuping dan mengatakan hal yang juga ikonik.

“Kami memenangkan pertandingan di Barcelona. Tapi, semua orang berbicara tentang kemenangan Barcelona dan mengatakan kami memarkir bus di depan gawang,” ucap Mourinho ketika itu.

“Kami tidak memarkir bus. Kami memarkir pesawat dan kami melakukannya karena dua alasan. Pertama, karena kami hanya memiliki 10 orang. Kedua, karena kami mengalahkan mereka 3-1 di San Siro. Itu bukan dengan memarkir bus, atau perahu, atau pesawat. Tapi, dengan menghancurkan mereka,” pungkas Mourinho.

(mochamad rahmatul haq/anda)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *