Kejar Komisi, Sales Asuransi Prudential Palsukan Tanda Tangan Nasabah

  • Bagikan
alexametrics


TOPNEWS.MY.ID – Bryan Malvin beberapa kali menawarkan promo asuransi Prudential kepada Ong Siauw Jong pada 2019. Namun, Ong yang menjadi nasabah asuransi itu sejak dua tahun sebelumnya menolak. Bryan kemudian nekat memalsukan tanda tangan nasabahnya tersebut untuk diikutkan promo.

Jaksa penuntut umum Lujeng Andayani dalam dakwaannya menjelaskan, Ong awalnya menjadi nasabah asuransi Prudential setelah ditawari produk asuransi PRULink Assurance Account oleh terdakwa Bryan. Yakni, asuransi kesehatan, jiwa, dan asuransi. Ong menjadi nasabah dengan polis jenis PRUPrime Healthcare (PPH) selama 10 tahun. Setiap bulan dia harus membayar Rp 3,5 juta yang diautodebit di rekeningnya.

”Selama sekitar dua tahun, yaitu sejak Oktober 2017 hingga September 2010, Ong Siauw Jong tidak pernah melakukan klaim,” ujar jaksa Lujeng saat membacakan surat dakwaan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya kemarin (13/10).

Bryan lantas menawari Ong upgrade asuransi. Tujuannya, mendapatkan kenaikan manfaat dari PPH menjadi PPH Plus. Jika ikut, premi Ong bertambah menjadi Rp 4,9 juta per bulan. Ong menolak tawaran tersebut.

Terdakwa tidak menyerah. Dia kembali menawari Ong promo yang sama. Kali ini nasabahnya itu diiming-imingi kenaikan klaim asuransi menjadi limit Rp 15 miliar. Ong tetap menolak. Berselang sebulan, Bryan kembali menawarkan kenaikan manfaat dari PPH menjadi PPH Plus. Kali ini preminya hanya Rp 3 juta per bulan sehingga masa tunggu hanya sampai Silver B. ”Saksi Ong Siauw Jong berkeberatan dikenai biaya akuisisi dan berkeberatan bila terdakwa bisa mendapat komisi,” katanya.

Namun, terdakwa Bryan diam-diam tetap mengikutkan Ong pada produk Silver B. Caranya, memalsukan tanda tangan Ong pada formulir penarikan dana polis tertanggal 19 September dan 23 September 2019 dan tanda tangan aplikasi elektronik pada formulir pengajuan polis baru pada tanggal yang sama. Selain itu, tanda tangan pada formulir pengakhiran manfaat asuransi tambahan yang digunakan untuk menarik dana polis Rp 14 juta. Setelah itu, dia membuka polis baru atas nama Ong.

”Alasan terdakwa memalsukan tanda tangan Ong sehingga berganti dari nasabah PRULink Assurance Account (PPA) menjadi PRULink Generasi Baru (PGB) adalah mendapatkan komisi 30 persen dari jumlah premi yang disetor Ong selama dua tahun dari awal pembukaan polis,” ungkapnya.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *