Fashion Show Hybrid ‘Gantari’ Sukses, Prambanan Bersiap untuk Sendratari Ramayana

  • Bagikan
Fashion Show Hybrid Gantari Sukses, Prambanan Bersiap untuk Sendratari Ramayana - Foto 1


TOPNEWS.MY.ID Perhelatan fashion, Gantari, The Final Journey to Java sukses terselenggara di destinasi cagar budaya Candi Prambanan. Sendratari Ramayana pun optimis bisa dihelat setelahnya.

Direktur Utama PT. Taman Wisata Candi (PT. TWC) Edy Setijono menuturkan, Gantari digelar 9 Oktober 2021 lalu lewat kerja sama Kemenparekraf, LAKON Indonesia, dan Jakarta Fashion & Food Festival demi menyemarakkan Hari Batik Nasional.

Sebanyak 150 koleksi busana karya berupa batik, jumputan, dan tenun lurik mejeng di acara berkonsep luring dan daring itu. Menparekraf Sandiaga Uno, para pemerhati mode, tokoh-tokoh yang peduli terhadap seni dan budaya hadir dan menyaksikan langsung di Prambanan.

“Kami akan menggelar event lain di Prambanan dengan suksesnya Gantari ini. Salah satunya Sendratari Ramayana yang terhenti selama pandemi Covid-19,” tutur Edy, Kamis (14/10/2021).

Perhelatan fashion Gantari di Candi Prambanan sendiri, dinilainya menjadi model konsep acara di ruang terbuka atau outdoor yang dimulai lagi setelah berakhirnya masa PPKM Level 4.

Konsep hybrid yang memadukan pertunjukan luring dan daring itu, kata Edy, memang jadi alternatif menghidupkan kembali gelaran seni selama masa pandemi, khususnya di Candi Prambanan.

Dok. Lakon Indonesia

Tentunya, setiap agenda kegiatan telah mengantongi rekomendasi atau izin dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 DIY dan Jawa Tengah. Selain itu, yang paling utama adalah dengan menerapkan penyaringan pengunjung berbasis aplikasi PeduliLindungi.

“Sendratari Ramayana dan Roro Jonggrang bulan Oktober ini sudah mulai digelar,” ungkap Edy.

Penyelenggara Gantari, sekaligus pendiri LAKON Indonesia Thresia Mareta mengatakan, even kali ini adalah lanjutan dari acara yang pernah digelar 15 November 2020 lalu di Jakarta. Gantari tahun ini merupakan perjalanan untuk mendalami dan menyempurnakan kisah LAKON Indonesia.

“Perjalanan ini merupakan cerita yang menggambarkan metamorfosa Lakon Indonesia, melakoni peranannya dalam menggali budaya dan tradisi serta mempertahankan prinsip dasar yang telah diwariskan secara turun temurun,” papar Mareta. Mareta merinci, bahwa dalam pagelaran kali ini LAKON Indonesia berkolaborasi dengan Irsan (designer), Adi Purnomo (arsitek), hingga badan pemerintah dan Kemenparekraf. 

“Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu para pengrajin, UMKM, terutama dalam industri fashion dan industri kreatif lain sebagai pendukungnya untuk bergerak, terutama di dalam masa pandemi ini,” pungkasnya.[]



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *