Farwah bin Musaik al Ghuthaifi dan Larangan Rasulullah untuk Memerangi Kaum Saba

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID Salah satu sahabat yang berasal dan tinggal di Saba (sebuah wilayah yang termasuk Yaman) adalah Farwah bin Musaik Al Ghuthaifi RA. Pada zaman dulu, negeri itu dikuasai oleh Ratu Balqis yang menyembah matahari yang kemudian akhirnya memeluk Islam mengikuti dakwah Nabi Sulaiman AS dan kisahnya diabadikan di dalam Al-Qur’an. 

Diketahui, sebagian penduduk Saba telah memeluk Islam, namun sebagian yang lain dari mereka kembali ke agama lamanya atau murtad. Kemudian Farwah menemui Rasulullah SAW dan berkata, “Ya Rasulullah, bolehkah aku memerangi orang yang berpaling dari Islam di TOPNEWS.MY.ID kaumku, bersama orang-orang yang masih memeluk Islam?”

Rasulullah SAW memberi izin atas niat Farwah ini, karena secara syariah hal itu memang dibolehkan. Akan tetapi, karena terdapat pertimbangan lain, Farwah bertanya lagi, “Ya Rasulullah, rasanya aku tidak akan mampu memerangi mereka, karena mereka akan bergabung dengan penduduk Saba lainnya yang masih memeluk agama lamanya. Dan mereka adalah kaum yang lebih kuat daripada kami.”

Akan tetapi Rasulullah SAW memerintahkan Farwah untuk melaksanakan niatnya yang pertama, yakni memerangi orang-orang yang murtad tersebut. Tidak masalah Farwah menang atau kalah, yang jelas ia telah melaksanakan kewajibannya. Meskipun, ia dan pasukannya gugur dalam pertempuran, surga telah menunggunya karena mereka gugur dalam keadaan syahid.

Setelah itu, Farwah kembali ke perkemahannya, dimana kabilahnya berkumpul. Tidak berapa lama setelah itu, ada utusan Rasulullah SAW yang menjemputnya untuk menemui beliau lagi. 

Farwah pun kembali bergabung dengan Rasulullah SAW dan sahabat lainnya. Beliau memberitahukan tentang turunnya ayat tentang kaum Saba dan Rasulullah SAW melarang untuk memerangi kaumnya itu. Rasulullah SAW bersabda, “Serulah kaum itu kepada Islam terlebih dahulu, siapa yang bersedia, maka terimalah mereka. Jika mereka menolak, janganlah kamu tergesa memerangi sampai engkau melaporkannya kepadaku.”

Farwah menanyakan tentang nama ‘Saba’, apakah nama sebuah tempat atau nama wanita? 

Rasulullah SAW lalu menjelaskan, “Saba bukanlah nama suatu tempat atau nama seorang wanita, tetapi ia nama seorang lelaki yang menurunkan sepuluh kabilah Arab, enam di Yaman, yaitu : Azdi, Kindah, Himyar, al Asy’ariyyun, Ammar dan Madzhij. Sedang empat kabilah di Syam, yaitu : Lahm, Judzdzam, Ghassan dan Amilah.”

Hingga setelah itu, Farwah kembali kepada kabilah dan segera pulang ke Saba untuk melaksanakan dakwah seperti yang diperintahkan Rasulullah SAW tersebut. Subhanallah. []



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *