Cara SDN 1 Ketintang Melatih Mental Siswa di Panggung Keberanian

  • Bagikan
alexametrics


Panggung keberanian dibuat tidak hanya untuk mewadahi bakat siswa SDN 1 Ketintang yang terpendam. Tetapi, juga melatih agar anak tidak minder. Termasuk belajar mengkritisi sekolah. Setelah dibekap pandemi, kini panggung aktif lagi.

WAHYU ZANUAR BUSTOMI, Surabaya

SEKILAS tidak ada yang berbeda di tenda semipermanen ukuran 3×4 meter itu. Hanya, bentuknya lebih tinggi. Beberapa bunga diletakkan di depan. Tujuannya sebagai pemanis. Begitu pula bagian belakangnya. Hanya ada anyaman dari bambu yang digunakan sebagai penutupnya.

Lukisan di anyaman berupa tarian remo, siswa berpidato, hingga kepala SDN 1 Ketintang bermain gitar seakan memberi semangat. Tempat itu diistilahkan sebagai panggung keberanian.

Siapa saja yang naik, nyalinya langsung bertambah. Sekalipun awalnya adalah siswa yang pemalu. Setahun lebih aktivitas di panggung keberanian ditiadakan. Penyebabnya tak lain pandemi Covid-19. Para siswa pun harus belajar dari rumah.

Kondisi itu jauh berbeda saat 2019. Panggung tersebut selalu ramai. Siswa pun mengantre untuk tampil. Semuanya antusias, sesuai misi dan slogannya. Yakni, Will Power, Active, New Inspirational (Wani).

Panggung keberanian dibuat bukan tanpa alasan. Semua didasari masalah yang kerap terjadi di sekolah. Yakni, menyeimbangkan semua aspek kemampuan siswa.

Bukan hanya soal akademik. Melainkan juga aspek nonakademik. Termasuk memberikan apresiasi bagi murid yang memiliki bakat di luar akademik.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *