Arema FC Minim Kebobolan, Adilson Maringa Hampir Sejajar Kurnia Meiga | Bolaindo

  • Bagikan



Terdapat perubahan signifikan yang terlihat di tubuh Arema FC sepanjang awal musim Liga 1 2021-2022, tepatnya seri pertama. Gawang mereka kini sulit dijebol, seperti saat masih diperkuat Kurnia Meiga.

Alasannya tentu saja keberadaan sosok tangguh di bawah mistar bernama Adilson Maringa. Kiper asing berkebangsaan Brasil ini baru kebobolan empat gol dari enam laga Liga 1 2021-2022.

Hebatnya lagi, tiga pertandingan terakhir dilalui Adilson dengan steril alias tanpa kebobolan, masing-masing saat ditahan imbang PSIS Semarang (0-0) serta mengalahkan Persipura Jayapura (1-0) dan Persela Lamongan (3-0).

Di atas lapangan, Adilson Maringa juga seringkali berjibaku melakukan penyelamatan krusial yang menghindarkan Arema FC dari kenyataan pahit berupa kekalahan. Bukti sahihnya kala berjumpa PSM Makassar (1-1) dan Bhayangkara FC (1-1).

Memiliki kiper jempolan memang sudah sangat dirindukan oleh suporter Arema FC sejak kehilangan Kurnia Meiga yang mendadak terkena penyakit misterius pada pertengahan 2017.

Tengok saja dua musim terakhir tanpa Kurnia Meiga. Angka kebobolan Arema FC bahkan sudah menyentuh dua digit di enam laga awal musim, dengan perincian 13 (Liga 1 2018) dan 12 (Liga 1 2019).

Di Liga 1 2018, beban berat mengawal gawang Arema FC diemban oleh tiga kiper secara bergantian, yaitu Utam Rusdiana, Kurniawan Kartika Ajie, dan Joko Ribowo. 

Semusim kemudian, Joko Ribowo hengkang ke PSIS Semarang, meninggalkan Utam Rusdiana dan Kurniawan Kartika Ajie di awal musim. Mereka dinilai gagal meneruskan tongkat estafet Kurnia Meiga.

Sekadar mengingatkan, Kurnia Meiga mencatat statistik mentereng ketika menjadi palang pintu terakhir Arema FC di Liga 1 2017. Dia cuma pernah dua kali memungut bola dalam enam laga awal musim, plus mengukir empat clean sheet. 

Rekor nirbobol ditorehkan dalam empat laga beruntun, masing-masing melawan Persib Bandung (0-0), Bhayangkara FC (2-0), Persiba Balikpapan (1-0), dan Barito Putera (1-0), sebelum dirusak PSM Makassar di pekan kelima Liga 1 2017.

Membandingkan dengan musim ini, Adilson Maringa hampir menyamai rekor Kurnia Meiga. Pantas bila kiper berusia 31 tahun ini menjadi idola baru Aremania.

Perjalanan Adilson Maringa di Arema FC sesungguhnya tak langsung mulus. Dia diketahui sempat dipandang sebelah mata oleh sebagian publik sepak bola di Malang Raya.

Persepsi itu tak lepas dari label Adilson yang didatangkan dari klub medioker UD Vilafranquense. Kontestan Liga Portugal 2 itu terdegradasi ke Liga 3 lantaran terpuruk di urutan ke-17 klasemen akhir.

Namun, Adilson pantang menyerah. Dia siap membuktikan bahwa anggapan publik terhadap kualitas dirinya salah besar dengan performa di atas lapangan bareng Arema FC. 

“Tujuan saya datang ke klub ini adalah untuk membuktikan kualitas. Saya ingin menunjukkan hal positif bagi tim dan juga publik,” cetus Adilson Maringa beberapa waktu lalu.

Benar saja. Adilson Maringa memberi bukti sahih dengan mengembalikan predikat susah dijebol milik Arema FC yang cukup lama lenyap seiring sakitnya Kurnia Meiga.

Tugasnya kini adalah menjaga konsistensi untuk membawa Arema FC terus bersaing di papan atas selama sisa kompetisi Liga 1 2021-2022. Sebuah pekerjaan yang tentunya tidak mudah, tapi bila berhasil namanya akan terus dikenang oleh Aremania.

Berita Terkait



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *