Ada Fenomena Tak Terpenuhinya Hak Tumbuh Kembang Anak

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID – Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Eni Harmayani mengungkapkan sebuah fakta yang memprihatinkan. Yaitu fenomena tak terpenuhinya hak anak untuk tumbuh dan kembang. Khususnya dari sisi asupan nutrisi.

Eni mengatakan fenomena tersebut berbahaya karena membiarkan anak-anak tumbuh tidak optimal. ’’Membuat anak kurang gizi. Menjadi tidak fokus dan tidak semangat dalam belajar,’’ katanya dalam kampanye Bikin Dapur Ngebul di Jakarta pada Kamis (14/10). Kampanye ini digagas Foodbank of Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Fakultas Teknologi Perikanan UGM.

Eni menuturkan banyak anak berangkat ke sekolah dalam kondisi lapar. Di TOPNEWS.MY.ID penyebab fenomena ini adalah perubahan gaya hidup. Di tengah gelombang urbanisasi, masyarakat hidup dalam kondisi yang serba cepat. Masyarakat menjadi tidak punya waktu untuk memasak.

Untuk itu Eni mengajak masyarakat untuk kembali ke dapur untuk memasak. ’’Menjadikan dapur sebagai pusat tumbuh kembang anak,’’ katanya.

Menurut Eni tidak ada waktu untuk memasak, membuat hidangan tidak bervariasi. Sehingga asupan gizi yang dimakan anak-anak kurang lengkap.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Pemasaran Produk Kelautan KKP Mahmud menyampaikan salah satu sumber nutrisi yang penting adalah ikan. Menurut dia kandungan protein ikan sangat tinggi. Selain itu potensi ikan tangkap maupun ikan budidaya di Indonesia sangat besar.

’’Biar dapur tetap ngebul, harus ada yang dimasak. Yang dimasak itu ikan,’’ jelasnya. Mahmud mengatakan potensi ikan tangkap di Indonesia mencapai 12 juta ton. Ikan tangkap ini mayoritas adalah ikan yang ditangkap di laut. Selain itu Indonesia juga memproduksi 6,5 juta ton ikan budidaya.

Selain jumlahnya yang besar, Mahmud mengatakan ikan di Indonesia sangat beragam jenisnya. Menurutnya ada sekitar 8.500 jenis ikan yang ada di Indonesia. Ikan-ikan yang menjadi sumber protein dan kaya omega tiga ini memiliki peran untuk mencukupi asupan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Hilmi Setiawan



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *