5 Kesalahan Memakai Masker Wajah Tak Pakai Pelembap hingga Terlalu Lama

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID, Jakarta – Kebanyakan orang saat memakai masker wajah bahan alami seperti clay, dengan mengoleskan ke atas permukaan wajah menunggu selama 15 sampai 30 menit lalu dibilas dengan air sambil memijatnya perlahan. Ini merupakan salah satu kesalahan dari beberapa kesalahan ketika memakai masker wajah yang baru Anda ketahui.

Jika setelah memakai masker tidak mendapatkan pengaruh apapun pada kulit Anda, mungkin sudah waktunya untuk mencari tahu apakah kesalahan yang Anda lakukan saat menggunakan masker. Berikut ini pendapat para ahli tentang memakai masker kecantikan.

1. Membiarkan masker wajah terlalu lama

Biasanya waktu aplikasi masker yang disarankan pada label TOPNEWS.MY.ID 10 hingga 30 menit. Namun jika sheet mask yang menghidrasi terlalu lama (yaitu, sampai kering) dapat menjadi kontraproduktif—hal ini sebenarnya menyebabkan efek pembalikan di mana lembaran masker menyerap kembali kelembapan dari kulit.

Di sisi lain, masker pembersih atau masker pengelupasan dapat memiliki efek yang lebih negatif. “Masker pembersih mungkin memiliki surfaktan yang menghilangkan minyak dari kulit dan penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan dermatitis iritan, di mana kulit menjadi merah dan terbakar,” kata dokter kulit, Dan Belkin, seperti dilansir dari laman Real Simple. “Masker pengelupasan akan sering menggunakan bahan aktif seperti asam glikolat, yang dapat terus menjadi lebih dalam dan lebih dalam saat menempel di kulit, yang mengarah ke respons pengelupasan.”

Jika Anda mencuci atau melepas masker dan melihat bahwa kulitnya lembut, terbakar, dan merah muda, itu mungkin berarti Anda telah membiarkannya terlalu lama dan menimbulkan reaksi iritasi. Jika ini terjadi, cuci muka dengan air hangat, hentikan semua bahan aktif lainnya sampai hilang.

2. Tidak membersihkan kulit Anda sebelumnya

Jika Anda langsung mengaplikasikan masker sebelum membersihkan wajah Anda dari riasan, penumpukan minyak, atau produk lain dari kulit, menyebabkan masker yang diaplikasikan tidak bekerja secata efektif.

3. Tidak menggunakan masker yang tepat untuk kulit Anda

Sheet mask dengan bahan yang menghidrasi seperti gliserin atau asam hialuronat adalah pilihan yang lebih aman, tetapi seringkali dibuat dengan paraben dan ftalat, yang dapat mengiritasi kulit,” jelas dokter kulit Paul Jarrod Frank.

Menurut Dr. Belkin, masker peel-off biasanya menjadi kering dan lembam, dan mungkin tidak akan merugikan Anda jika dibiarkan terlalu lama. Namun, “masker clayt berpotensi menjadi iritasi jika dibiarkan terlalu lama, masker pembersih cenderung menyebabkan dermatitis kontak iritan jika dibiarkan terlalu lama, dan akhirnya, masker pengelupasan adalah yang paling mungkin menyebabkan respons iritasi atau iritasi, reaksi pengelupasan yang tidak terduga,” katanya. Pada dasarnya, jika Anda memiliki kulit sensitif, hindari masker yang lebih agresif, yang dapat menyebabkan iritasi.

4. Tidak menyesuaikan masker dengan musim

Perawatan kulit juga bisa tergantung dengan musim. Misalnya jika sedang musim dingin, masker yang dapat membantu hidrasi bisa banyak membantu, sementara di musim panas, Anda bisa mentolerir lebih banyak masker yang menyebabkan kulit wajah kering.

5. Tidak melembabkan dengan produk lain setelah memakai masker

Masker wajah tidak melembabkan seperti produk pelembap. Sebab itu sebaiknya setelah memakai masker gunakan produk pelembab karena kebanyakan masker membuat kulit Anda akan terasa kering.

Baca juga: 3 Cara Menggunakan Madu untuk Perawatan Kulit, Bisa Jadi Scrub dan Masker Wajah

SHELAMITA AZZAHRA



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *