3 Capres Bertarung di 2024, Anies Jadi Penentu

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago memprediksi kemungkinan pemilihan presiden (Pilpres) 2024 diikuti tiga pasangan calon. Tiga calon presiden yang akan berlaga adalah Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan yang sejauh ini kerap menempati posisi tiga besar dalam survei elektabilitas capres.

“Sejauh ini survei bulan Maret yang unggul Prabowo, kemudian survei Juli yang unggul Ganjar. Tapi secara umum tiga besar biasanya Prabowo, Ganjar dan Anies,” kata dalam diskusi Dialektika Demokrasi “Membaca Peta Koalisi dan Peta Kontestasi 2024,” di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/10/2021).

Pangi lantas menuturkan kemungkinan skema pasangan masing-masing capres tersebut. Yakni, Ganjar-Erick Thohir atau Ganjar-Airlangga Hartarto, Prabowo-Puan Maharani, lalu Anies-Agus Harimurti Yudhoyono. Namun demikian, ia mengatakan skema ini masih bisa berubah jika peta kekuatan juga berubah.

“Kemungkinan simulasi ini masuk akal dengan kalkulasi hitung-hitungan (presidential threshold) 20%, kecuali peta politiknya berubah,” kata Pangi.

Pangi mengatakan lebih setuju Pilpres 2024 diikuti tiga pasangan calon. Ia khawatir perpecahan akan kembali terjadi jika pilpres hanya diramaikan dua poros seperti Pilpres 2019.

“Ada tiga poros ini saya mendukung sebetulnya, karena kalau ada dua poros yang kemarin itu terjadi lagi. Itu keterbelahannya berat sekali. Politik identitasnya, gorengannya gurih sekali. Isu khilafah, PKI, radikal, isu identitas itu gurih sekali,” ujarnya.

“Dan ketika polarisasi isu dimainkan oleh masing-masing capres karena kebutuhan elektoral, politik identitas mengental dengan ideologi masing-masing daerah. Tapi sangat kita sayangkan karena politik identitas adalah keterbelahan bahkan disintegrasi bangsa yang berat sekali,” terang Pangi.

Namun begitu Pangi melihat kemungkinan Pilpres nanti hanya diramaikan dua pasangan calon tetap terbuka. Dalam kaitan ini sosok Anies menjadi kunci.

Menurut Pangi, munculnya nama Anies dalam bursa capres cukup memberatkan langkah Prabowo karena besar peluang pendukung Prabowo yang kecewa akan beralih memilih Anies.

“Ini mungkin dijadikan alasan untuk poros pertama maupun poros kedua untuk mencegah munculnya Anies sebagai poros ketiga dalam pemilu 2024,” demikian kata Pangi.[]



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *