Suporter Harap Sabar, Marco Gracia Paulo Berjanji Selesaikan Masalah Di PSS Sleman | Bolaindo

  • Bagikan



Kondisi PSS Sleman dengan suporter sedang tidak harmonis. Rentetan hasil buruk yang didapatkan selama seri pertama Liga 1 2021/22, yang menjadi pemicunya.

Dari enam pertandingan yang dimainkan, PSS hanya mampu meraih satu kemenangan. Sementara dua pertandingan berakhir imbang dan tiga partai lainnya berkesudahan dengan kekalahan.

Alhasil, PSS harus puas menduduki peringkat 15 klasemen. Super Elang Jawa mengemas lima poin atau tertinggal 11 angka dari Bhayangkara FC, yang berada di posisi pertama.

Pelatih Dejan Antonic dan bek Arthur Irawan, dinilai suporter menjadi biang kerok jebloknya performa PSS di Liga 1. Makanya, mereka meminta kedua orang tersebut didepak.

Sudah berulang kali suporter melakukan aksi protes. Terbaru, mereka menggeruduk Bandung, demi bertemu dengan manajemen PSS, untuk membahas permasalahan tersebut, pada 3 Oktober 2021.

Beberapa pekan sebelumnya, perwakilan manajemen PSS sudah bertemu dengan suporter pada sebuah hotel di Sleman. Dalam agenda tersebut terjadi kesepakatan posisi Dejan akan dievaluasi selepas seri kedua Liga 1.

Hanya saja, selepas kesepakatan tersebut terjadi suporter masih saja melancarkan aksi protes. Akibatnya, direktur utama PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) Marco Gracia Paulo, naik pitam.

Marco menyebut bakal memindahkan PSS kalau Dejan, dipecat. Sadar pernyataannya blunder, ia langsung meminta maaf dan memastikan klub tersebut tidak dipindahkan ke mana pun.

“Nah satu jam kemudian tiba-tiba saya dihubungi kembali bahwa mereka tidak terima. Bahwa tetap semua menuntut Dejan dipecat pada hari itu. Hal itu yang saya memang juga jadi emosi. Kenapa? Karena memang buat saya kita udah bikin komitmen,” kata Marco.

Selain itu, Marco merasa tidak habis pikir ada yang menuduhnya pura-pura sakit saat bertemu perwakilan suporter di Bandung. Padahal ia sampai dilarikan ke rumah sakit karena mendapat serangan jantung.

Kondisi Marco, yang sedang terbaring di rumah sakit tak membuat suporter PSS, menghentikan aksi protesnya. Mereka tetap menuntut Dejan dan Arthur, dibuang.

“Saat di Bandung saya memang dalam posisi yang tidak sehat. Saya sudah sampaikan dan teman-teman tahu, pemain juga tahu saya tidak sehat. Bukan mencari alasan, tapi kenyataannya memang seperti itu. Saya sayang sama teman-teman Sleman fans, karena itu saya tetap datang.”

“Jadi sekali lagi ini bukan pembelaan diri, bukan menyerang siapa pun. Saya bilang saya tetap percaya Sleman. Memang ini masa sulit buat PSS, tapi PSS Sleman akan menyelesaikan ini secara kekeluargaan dan akan maju lagi bersama.”

Kini kondisi Marco, sudah membaik dan sedang menjalani perawatan di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta. Namun, ia masih dibantu oksigen untuk bernapas.

“Sebagai contoh, saya dengan pemain membuat perwakilan pemain, berarti ketika perwakilan pemain sudah ambil kesepakatan dengan manajemen, maka apa pun itu kita anggap itu sah karena mereka adalah perwakilan pemain yang sah.”

“Nah saya rasa ini yang nanti mungkin akan saya coba cari lebih dalam lagi sebenarnya perwakilan fans yang sah ini seperti apa. Supaya ketika kita bikin kesepakatan dan menjalin komunikasi ternyata itu bisa valid gitu ya.”

Berita Terkait



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *