Saham Jepang berakhir merosot, indeks Nikkei tergelincir 0,32 persen

  • Bagikan
Saham Jepang berakhir merosot, indeks Nikkei tergelincir 0,32 persen


Investor beralih ke saham-saham berorientasi permintaan domestik

Tokyo (TOPNEWS.MY.ID) – Saham-saham Jepang berakhir lebih rendah pada Rabu, karena investor menunggu data harga konsumen AS yang akan dirilis hari ini, sementara operator toserba J. Front Retailing memimpin kenaikan dari rekan-rekannya setelah membukukan laba positif di tengah harapan pembukaan kembali ekonomi.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) merosot 0,32 persen atau 90,33 poin menjadi menetap di 28.140,28 poin, sedangkan indeks Topix yang lebih luas kehilangan 0,45 persen atau 8,85 poin menjadi ditutup pada 1.973,83 poin.

Karena data IHK AS yang kuat dapat meningkatkan spekulasi kenaikan suku bunga lebih awal dari perkiraan oleh Federal Reserve, investor keluar dari saham siklikal dengan eksposur global ke saham berorientasi permintaan domestik yang dapat mengambil manfaat dari pembukaan kembali ekonomi.

Perusahaan jasa pengiriman anjlok 3,27 persen, sementara pembuat baja kehilangan 1,66 persen. Saham semi-konduktor juga melemah setelah rekan-rekannya di AS merosot ke posisi terendah 2,5 bulan, dengan Screen Holdings turun 2,88 persen dan Shin-etsu Chemical turun 1,55 persen.

“Dengan ekonomi AS yang tampak lebih lambat dari yang diharapkan dan prospek pertumbuhan China dirusak oleh masalah utang Evergrande, investor beralih ke saham-saham berorientasi permintaan domestik,” kata Masayuki Kubota, kepala strategi di Rakuten Securities, dikutip dari Reuters.

Pembuat film Toho melonjak 3,91 persen setelah melaporkan lonjakan laba berkat pembukaan kembali bioskop dan kesuksesan box-office film animasi “Belle”.

Operator toserba J.Front Retailing melonjak 8,55 persen karena laba bersihnya kembali pada kuartal yang berakhir Agustus setelah dua kuartal mengalami kerugian.

Peer Isetan Mitsukoshi Holdings naik 3,62 persen dan H2O Retailing naik 2,11 persen. Takashimaya juga meningkat 1,3 persen bahkan setelah memangkas prospek tahunannya karena permintaan yang lemah.

Shift melonjak 9,98 persen setelah perusahaan pengujian perangkat lunak itu melaporkan melaporkan laba sangat besar.

Di sisi lain, Nippon Paint anjlok 7,13 persen setelah memotong proyeksi labanya karena kenaikan biaya serta penjualan yang lambat ke pembuat mobil, yang memangkas produksi karena kekurangan chip.

Baca juga: Saham Korsel menguat, ditopang data perdagangan China naik

Baca juga: Saham Australia ditutup turun, terseret jatuhnya saham pertambangan

Baca juga: IHSG ditutup menguat, terkerek berlanjutnya aksi beli investor asing

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © TOPNEWS.MY.ID 2021

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *