Performa 5 Pemain Luar Negeri ketika Timnas Indonesia Babat Chinese Taipei: Gelombang Cinta dari Si Baby Shark! | Bolaindo

  • Bagikan



Witan Sulaeman menunjukan bentuk hati, tanda ia sehabis mencetak gol. Ia mengarahkannya ke fotografer untuk merayakan gol ketiga Timnas Indonesia ke gawang Chinese Taipei. Senyum semringah juga terpancar dari bibirnya. Maklum, gol itu menjadi yang perdana baginya di timnas senior.

Witan Sulaeman adalah contoh bagaimana seorang supersub bekerja. Winger klub Polandia, Lechia Gdansk itu datang sebagai pemain pengganti pada jeda turun minum. Pelatih Shin Tae-yong memainkannya untuk menggantikan Adam Alis.

Selama 45 menit babak kedua, Witan Sulaeman bermain impresif. Pemain yang dijuluki Baby Shark itu mampu mengobrak-abrik lini pertahanan Chinese Taipei. Performanya terbayar di pengujung laga. Menerima umpan manis dari Kadek Agung, ia mampu melepaskan tendangan melengkung ke gawang Chinese Taipei.

Gol itu menjadi yang ketiga bagi Timnas Indonesia dalam partai itu. Skuad Garuda, julukannya, berhasil menggelontorkan tiga gol tanpa balas ke gawang Chinese Taipei pada leg kedua Play-off Kualifikasi Piala Asia 2023 di Chang Arena, Buriram, Thailand, Selasa (12/10/2021).

Witan Sulaeman adalah satu di TOPNEWS.MY.ID lima pemain luar negeri Timnas Indonesia ketika melawan Chinese Taipei. Kehadiran kelimanya mampu berkontribusi positif untuk meloloskan Skuad Garuda ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2023.

Selain Witan Sulaeman, bagaimana kinerja empat pemain luar negeri lainnya ketika Timnas Indonesia membabat Chinese Taipei 3-0?

Egy Maulana Vikri

Egy Maulana Vikri hanya bermain sebagai pemain pengganti pada pertemuan pertama. Namun, di leg kedua, pemain peserta Liga Slovakia, FK Senica itu tampil sejak menit awal.

Kesempatan dari pelatih Shin Tae-yong tidak disia-siakan oleh Egy Maulana Vikri. Umpan silangnya pada menit ke-27 berujung gol pertama untuk Timnas Indonesia.

Bola crossing dari Egy Maulana Vikri itu sebenarnya mengarah ke Dedik Setiawan. Namun, striker Arema FC itu gagal menanduknya. Kiper Chinese Taipei terlanjur terkecoh dan bola masuk ke gawangnya.

Ryuji Utomo

Shin Tae-yong memutuskan untuk mencadangkan Fachrudin Aryanto yang bermain pada leg pertama, untuk memberikan tempat kepada Ryuji Utomo sebagai tandem dari Victor Igbonefo di jantung pertahan.

Pilihan Shin Tae-yong tidak salah. Ryuji Utomo bermain solid sepanjang pertandingan.

Palang pintu Penang FC di Liga Malaysia ini tampil padu bersama Victor Igbonefo di lini belakang. Buktinya, Muhammad Riyandi sebagai kiper tidak banyak bekerja dan gawangnya tetap terjaga dari kebobolan.

Asnawi Mangkualam

Asnawi Mangkualam tidak tergantikan di pos bek sayap kanan Timnas Indonesia. Pemain Ansan Greeners itu selalu dipercaya bermain selama 90 menit.

Di leg kedua, Asnawi Mangkualam bahkan menjadi kapten Timnas Indonesia setelah Evan Dimas ditarik keluar pada menit ke-75.

Asnawi Mangkualam bermain trengginas pada pertemuan kedua, baik saat bertahan atau membantu serangan.

Dalam dua partai melawan Chinese Taipei, Asnawi Mangkualam diposisikan Shin Tae-yong lebih ke tengah. Perannya amat mirip dengan Joao Cancelo di Manchester City.

Syahrian Abimanyu

Syahrian Abimanyu mulai kehilangan tempatnya di Timnas Indonesia. Gelandang Johor Darul Ta’zim (JDT) ini hanya diturunkan sebagai pengganti pada dua partai melawan Chinese Taipei.

Posisi Syahrian Abimanyu di Timnas Indonesia digeser oleh Ricky Kambuaya, gelandang Persebaya Surabaya yang bermain sangar dalam dua laga kontra Chinese Taipei.

Pada leg kedua, Syahrian Abimanyu baru dimainkan pada menit ke-75 untuk menggantikan Evan Dimas. Pemain berusia 22 tahun ini masih sempat memamerkan umpan-umpan terobosannya yang manja meski beberapa kali dapat dipotong oleh lawan.

Berita Terkait



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *