Museum Siginjei hidupkan permainan tradisional egrang di Jambi

  • Bagikan
Museum Siginjei hidupkan permainan tradisional egrang di Jambi


Alasan memilih permainan tradisional egrang ini karena permainan tradisional saat ini sudah banyak yang hampir punah dan jarang dimainkan oleh anak-anak

Jambi (TOPNEWS.MY.ID) – Suasana penuh keceriaan terlihat di halaman belakang Museum Siginjei Jambi pada Rabu (13/10) 2021 ketika puluhan siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Jambi antusias bermain dan balapan permainan tradisional egrang.

Kepala Museum Siginjei Jambi Nurlaini mengatakan Museum Siginjei Jambi kembali menggelar lomba permainan tradisional. Kali ini dengan mengajak siswa SMP se-Kota Jambi. Pihaknya memperlombakan permainan tradisional itu.

“Ini masih dalam agenda Hari Museum Nasional, selain pameran kemarin kita juga gelar perlombaan egrang ini,” kata Nurlaini.

Wanita yang akrab disapa Leni ini menjelaskan, permainan egrang menjadi salah satu jenis permainan tradisional yang dipilih Museum Siginjei Jambi untuk dilombakan.

Alasan memilih permainan tradisional egrang ini karena permainan tradisional saat ini sudah banyak yang hampir punah dan jarang dimainkan oleh anak-anak .

Sebagai institusi yang bertugas untuk melestarikan kebudayaan, Museum Siginjei Jambi agresif memperkenalkan permainan tradisional ini.

Menurut Leni, dalam permainan tradisional banyak pelajaran yang dapat diambil oleh para pemain. Melalui permainan tradisional pula dapat menanamkan pentingnya kerjasama antar pemain sehingga akan menumbuhkan rasa kebersamaan kepada anak-anak.

Ia menjelaskan dalam permainan tradisional egrang ini akan menggambarkan sifat saling gotong royong antarpemain dalam merebut kemenangan masing-masing. Hal inilah yang diakuinya secara tersirat akan didapatkan oleh anak-anak setiap memainkan permainan ini.

“Setiap permainan tradisional ini ada makna dan pelajaran yang dapat diambil oleh pemain, kerjasama, gotong royong dan kekompakan,” katanya menegaskan.

Antusias

Dalam lomba permainan tradisional kali ini sebanyak 22 sekolah SMP di Kota Jambi berpartisipasi. Setiap sekolah membawa 3 siswa untuk mengikuti perlombaan. Bukan saja sekadar untuk memberikan edukasi, permainan egrang juga termasuk olahraga tradisional sehingga dalam perlombaan ini Museum Siginjei melibatkan Dinas Pemuda dan Olahraga sebagai juri.

“Kami juga memberikan hadiah bagi para pemenang, ini menjadi penyemangat bagi anak-anak,” katanya.

Perlombaan permainan tradisional bukanlah pertama kali diadakan oleh Museum Siginjei. Beberapa bulan lalu museum juga mengadakan perlombaan permaianan tradisional yang melibatkan siswa serta guru.

“Ini upaya kami untuk melestarikan permainan tradisional sehingga sering mengadakan perlombaan,” katanya.

Tidak dipungkiri, perkembangan teknologi yang pesat membawa perubahan diberbagai aspek kehidupan. Menurut dia saat ini semakin sulit menemukan anak-anak kecil yang masih memainkan permainan tradisional seperti ini.

Kemunculan gawai yang sangat ini hampir dimiliki oleh semua orang dapat mengubah gaya hidup termasuk semakin hilangnya minat anak-anak untuk memainkan permainan tradisional.

Ia menegaskan bahwa permainan tradisional semacam ini jangan sampai hilang, tugas semua lapisan masyarakat yang melestarikan permainan tradisional.

“Jadi, jangan sampai hilang,” katanya.

Ia  merasakan antusiasme yang besar dari para guru dan siswa yang mengikuti perlombaan permainan tradisional egrang ini. Pihaknya berharap ini akan menjadi langkah bagi anak muda untuk melestarikan permainan tradisional.

Berkelanjutan

Ke depannya Museum Siginjei secara berkelanjutan akan terus mengadakan perlombaan permainan tradisional ini baik dengan sasaran target yang berbeda maupun dengan jenis permainan yang berbeda pula.

“Walaupun hari ini hujan tapi anak-anak dan guru pendamping tetap antusias, kita terharu bahwa semangat melestarikan budaya kita melalui permainan tradisional masih ada. Mudah-mudahan anak-anak semakin berminat,” kata Nurlaini .

Guru pendamping asal SMPN 11 Kota Jambi, Atika mengatakan siswanya antusias mengikuti perlombaan ini. Meski sekolahnya mendapatkan predikat harapan 2 namun dirinya bangga kepada para siswa yang memiliki semangat untuk ikut berkontribusi dalam melestarikan kebudayaan yang dimiliki bangsa ini.

Tentunya ini bukan kali pertama sekolahnya mengikuti ajang yang diadakan Museum Siginjei ini, diakuinya beberapa waktu lalu juga sudah mengikuti perlombaan permainan tradisional dengan jenis permainan yang berbeda.

“Alhamdulillah siswa kami dapat ikut berpartisipasi. Anak-anak juga ceria dan senang ikut perlombaan ini, Ini juga ajang bagi kita semua untuk kembali mempopulerkan permainan ini,” kata Atika.

Sementara itu, guru pendamping lainnya yakni Ning menjelaskan jika permainan tradisional egrang juga termasuk dalam olahraga tradisional. Sebagai guru olahraga dirinya juga memasukkan pelajaran permainan tradisional dalam materi pembelajaran.

“Mungkin tidak semua sekolah ada olahraga tradisional di sekolahnya karena itu tergantung kreatifitas guru olahraganya masing-masing. Saya sendiri mengajarkan olahraga tradisional ini kepada siswa dan didukung pula oleh sekolah yang menyediakan fasilitasnya,” katanya.

Perlombaan egrang yang digelar Museum Siginjei ini juga menerapkan protokol kesehatan COVID-19 di mana selama perlombaan siswa tetap diwajibkan menggunakan masker.

Ajang di halaman Museum Siginjei tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Museum Nasional 2021. Selain menggelar permainan egrang, museum yang berlokasi di kawasan Broni tepatnya di Jalan Slamet Riyadi Kota Jambi tersebut menggelar pameran alat angkut dan transportasi tradisional Jambi.

Pameran tersebut merupakan upaya untuk edukasi dan mengenal kembali alat angkut dan transportasi yang digunakan masyarakat Jambi tempo dulu, yang sebagian besar diantaranya saat ini sudah ditinggalkan.

Pameran yang digelar lebih sepekan tersebut juga menunjukkan kreatifitas dan kemampuan adaptasi masyarakat Jambi menemukan alat yang efektif untuk mendukung aktifitas sehari-hari mereka.

Selain pameran tetap, Museum Siginjei Jambi juga menyelenggarakan kegiatan penunjang, baik yang dilaksanakan di museum maupun di luar, seperti pameran khusus, pameran keliling, museum masuk sekolah, seminar, sarasehan, penyajian audio visual, pagelaran seni, ceramah, lomba bagi anak-anak sekolah, penelitian dan bimbingan siswa praktik atau magang.

Baca juga: Museum Siginjei Jambi akan gelar lomba permainan tradisional

Baca juga: Ribuan anak ramaikan pecah rekor egrang dunia

Baca juga: Museum Siginjei Jambi pamerkan koleksi keramik

Baca juga: Mengenal ‘si cantik’ dari negeri seberang di Museum Siginjei

Oleh Syarif Abdullah dan Tuyani
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © TOPNEWS.MY.ID 2021

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *