Diplomasi Bilateral Rasulullah Terhadap Dakwah Islam di Iskandariyah

  • Bagikan
Bacaan Doa Nabi Saat Madinah Terserang Wabah


TOPNEWS.MY.ID  Pada suatu ketika, Rasulullah SAW memerintahkan Hathib bin Abi Balta’ah untuk membawa surat berisikan tentang ajakan memeluk agama Islam kepada penguasa Iskandariah di Mesir, Muqauqis. Kala itu, kehadiran Hatbhib disambut dengan baik oleh Muqauqis, ia dipersilahkan untuk menginap di istananya. 

Kemudian Muqauqis mengumpulkan pembesar dan ahli perangnya untuk menemui Hathib. Setelah membaca surat dari Rasulullah SAW, terjadilah beberapa dialog di TOPNEWS.MY.ID mereka.

“Beritahulah kepadaku tentang sahabatmu itu, bukankah ia seorang nabi?” Tanya Muqauqis.

“Beliau adalah seorang utusan Allah SWT,” Kata Hathib mengawali, kemudian ia memberikan penjelasan lagi tentang Rasulullah SAW dan risalah agama Islam yang dibawa Rasulullah SAW.

Muqauqis kemudian bertanya lagi, “Mengapa ia dalam kedudukannya sebagai seorang nabi, tidak berdoa supaya kaumnya dibinasakan karena mereka telah mengusirnya dan orang-orang yang mempercayainya dari kampung halamannya?”

“Bukankah engkau percaya Isa bin Maryam seorang utusan Allah?” Kata Hathib diplomatis.

Pada saat Muqauqis mengiyakan jawaban itu, ia berkata lagi, “Mengapa ia ketika kaumnya ingin menyiksa dan menyalibnya, tidak mau berdoa untuk keburukan kaumnya, dengan memohon agar Allah SWT membinasakan mereka, malah Allah SWT mengangkatnya ke langit dunia?”

Muqauqis tidak berkutik ketika pertanyaannya justru menjadi senjata makan tuan bagi dirinya sendiri. Kemudian ia berkata, “Engkau adalah orang yang bijaksana, datang dari sisi orang yang sangat bijaksana.”

Akan tetapi, Muqauqis belum bersedia untuk memeluk Islam. Namun ia tidak menghalangi dakwah Islam di Iskandariah dan sekitarnya. Ia memberikan hadiah untuk Rasulullah SAW berupa kain, baghal dan tiga hamba sahaya. 

Adapun dua di antarannya wanita, yakni Mariyah al Qibtiyah yang dinikahi Rasulullah SAW, dan satunya lagi dihadiahkan Rasulullah SAW kepada Hassan bin Tsabit al Anshari. Sedangkan hamba lelaki bernama Sirin, dihadiahkan Rasulullah SAW kepada Muhammad bin Qais al Abdi.  Rasulullah SAW lalu membalas dengan memberikan hadiah-hadiah lebih baik dan menakjubkan kepada Muqauqis sang penguasa Mesir di ibukota Iskandariyah itu sebagai bentuk diplomasi bilateral kedua belah pihak. []



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *