Apakah Semua Wanita Memiliki Naluri Ibu?

  • Bagikan
Apakah Semua Wanita Memiliki Naluri Ibu?


Istilah naluri ibu mungkin sudah sering Mums dengar. Naluri ibu dipercaya merupakan salah satu hal yang dimiliki semua wanita, yaitu sebuah insting keinginan di mana semua wanita mau menjadi ibu. Tapi, apakah naluri ibu itu nyata? Apa benar semua wanita memiliki naluri ibu?

 

Untuk cari tahu jawabannya, yuk baca penjelasannya di bawah ini!

 

Baca juga: Ternyata Beberapa Hal Seputar Kehamilan Ini Hanya Mitos, Mums!
 

Apa itu Naluri Ibu? Apakah Semua Wanita Memiliki Naluri Ibu?

Naluri atau insting merupakan respons biologis yang sudah terprogram pada stimulus kita. Maka itu, naluri ibu, jika diartikan berdasarkan kata naluri atau insting, adalah sejumlah perilaku dan pengetahuan yang berhubungan dengan pengasuhan sebagai seorang ibu yang dimiliki wanita.

 

Namun, pada kenyataannya ada beberapa wanita yang membutuhkan bantuan orang lain sebagai pengasuh untuk membantu mengasuh anaknya secara lebih maksimal.

 

Selain itu, naluri ibu juga dikatakan sebagai pemicu yang memotivasi wanita untuk memiliki anak dan secara otomatis mengasuh mereka. Pada kenyataannya, mengasuh bayi baru lahir merupakan aktivitas yang berasal dari pengalaman belajar, didukung oleh pengetahuan dari luar.

 

Beberapa wanita juga membutuhkan waktu mengembangkan rasa keterikatan dan kasih sayang terhadap anaknya. Jika hal ini terjadi, banyak wanita yang merasa mereka tidak memiliki naluri ibu. Padahal hal tersebut keliru, mereka bukannya tidak memiliki naluri ibu, melainkan mereka membutuhkan bantuan untuk mengembangkan naluri tersebut.

 

Baca juga: Tak Hanya Mirror Syndrome, Kenali Gangguan Kehamilan Tak Biasa Lainnya
 

Contoh Naluri Ibu

Meskipun sejauh ini ilmu pengetahuan belum membuktikan tentang naluri ibu, berikut beberapa contoh hal yang umumnya dikaitkan dengan naluri ibu:

 

1. Keinginan untuk menjadi ibu

Banyak wanita belum yakin atau takut hamil, hingga mereka akhirnya merasakan dan menjalani kehamilan. Setelah mengalaminya, kebanyakan wanita merasa kehamilan merupakan salah satu hal terbaik yang pernah mereka alami di dalam hidup. Kebahagiaan, kedamaian, dan kedewasaan mereka tumbuh dan berkembang setelah mengalami kehamilan.

 

2. Anak mengubah perspektif

Banyak wanita yang merasa kurang tertarik atau tidak suka menghabiskan waktu dengan anak-anak. Namun, setelah memiliki anak sendiri, perasaan mereka berubah. Mereka bisa menjalin keterikatan yang lebih dalam dengan anak-anak.

 

3. Indera keenam tentang bayi

Ikatan ibu dengan anak berkembang jauh lebih kuat ketimbang ikatan ayah dengan anak. Ibu juga lebih peka terhadap kebutuhan dan keinginan anaknya ketimbang sang ayah.

 

4. Membangun tempat dan membeli kebutuhan untuk si Kecil

Ketika kehamilan semakin membesar, kebanyakan wanita mulai banyak membeli perlengkapan bayi dan membangun atau membuat kamar yang nyaman untuknya. Mereka memiliki keinginan untuk mempersiapkan kehadiran si Kecil. 

 

5. Aroma bayi baru lahir

Banyak orang tua yang bisa mencium aroma anak mereka, khususnya bayi baru lahir. Bahkan, menurut penelitian, 90% ibu baru melahirkan bisa mengenal aroma bayi mereka sendiri, setelah baru 10 menit menghabiskan waktu dengannya.

 

6. Mengenal suara bayi

Ibu bisa mengenal suara bayi mereka sendiri, lho. Menurut penelitian, scan otak ibu menunjukkan perbedaan yang signifikan ketika mereka mendengarkan suara bayi mereka sendiri dibandingkan dengan suara bayi lain. 

 

7. Memahami bayi

Meskipun bayi belum bisa bicara, sang ibu secara naluri bisa membedakan apakah bayinya menangis karena lapar atau karena popoknya sudah harus diganti. Ikatan non-verbal ini tidak muncul dengan orang lain atau bayi lain. 

Baca juga: Mums, Begini Cara Mudah Atasi Nyeri Punggung Selama Hamil!

Sumber:

Firstcry Parenting. Do Mothers Really Have Maternal Instincts?. September 2020.
Verywellfamily. Maternal Instinct: Why There Isn’t One Way to Be a Mom. September 2021.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *