Merck Ajukan Otoritasi Penggunaan Darurat AS untuk Obat COVID-19 Molnupiravir

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID, Jakarta – Merck & Co Inc mengatakan pada Senin pihaknya telah mengajukan otorisasi penggunaan darurat AS untuk obat COVID-19 produksi mereka, molnupiravir. Apabila disetujui ini akan menjadi obat antivirus oral pertama untuk penyakit virus corona.

Izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dapat membantu mengubah perawatan klinis COVID-19 karena pil dapat diminum di rumah.

Molnupiravir, memangkas tingkat rawat inap dan kematian hingga 50% dalam uji coba pasien yang sakit ringan hingga sedang yang memiliki setidaknya satu faktor risiko penyakit, menurut data yang dirilis awal bulan ini, dilaporkan Reuters, 12 Oktober 2021.

Data kemanjuran sementara pada obat tersebut, yang dikembangkan dengan Ridgeback Biotherapeutics, telah sangat mempengaruhi saham pembuat vaksin COVID-19 dan menjadi rebutan di TOPNEWS.MY.ID negara-negara, termasuk Malaysia, Korea Selatan dan Singapura, untuk menandatangani kesepakatan pasokan obat Covid-19 dengan Merck.

Merck memiliki kontrak pemerintah AS untuk memasok 1,7 juta pengobatan dengan harga US$700 per pengobatan. Merck mengharapkan untuk memproduksi 10 juta program pengobatan pada akhir tahun 2021.

Merck juga telah setuju untuk melisensikan obat tersebut kepada beberapa pembuat obat generik yang berbasis di India, yang diharapkan dapat memasok pengobatan tersebut ke lebih dari 100 negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Remdesivir antivirus buatan Gilead Sciences Inc umumnya diberikan hanya sekali ketika pasien dirawat di rumah sakit.

Obat antibodi monoklonal dari Regeneron Pharmaceuticals Inc dan Eli Lilly, yang biasanya juga diinfus, sejauh ini hanya digunakan terbatas karena kesulitan dalam pemberiannya.

Saham Merck dibuka sekitar 1% lebih tinggi sebelum memangkas beberapa keuntungan untuk diperdagangkan pada US$81,32 (Rp1,1 juta).

Baca juga: Obat Covid-19, Negara-negara Tetangga Sudah Berburu Suplai Molnupiravir

REUTERS



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *