Kritik Keras Thibaut Courtois ke UEFA, Lembaga Mata Duitan

  • Bagikan
10 Pesepakbola yang Pernah Didakwa Kasus Pidana


“Kiper Belgia ini marah karena timnya kalah di Nations League dan rekan-rekannya cedera.”

TOPNEWS.MY.ID – Kalah selalu tidak menyenangkan bagi pemain sepakbola. Ada yang bisa menerima dengan lapang dada. Tapi, beberapa lainnya tidak. Bahkan, ada lagi yang menyalahkan pihak-pihak tertentu. Salah satunya Thibaut Courtois.  

Seuasai Belgia menelan kekalahan 1-2 dari Italia di perebutan posisi ketika UEFA Nations League 2020/2021, Courtois memberikan kritik keras kepada UEFA. Setelah menganggap pertandingan perebutan posisi ketiga itu tidak penting, dia menuduh UEFA lebih mementingkan uang daripada kesejahteraan para pemain.

Courtois marah karena dua pertandingan yang dijalani Belgia hanya berjarak beberapa hari sehingga banyak menguras energi. “Permainan ini hanya permainan uang, kami harus jujur ​​tentang itu,” kata Courtois kepada Sky Sports.

“Kami hanya memainkannya karena bagi UEFA itu adalah uang ekstra dan ini adalah permainan ekstra di TV. Oke, bagi kami ini adalah pertandingan yang bagus karena melawan Italia dan untuk Italia ini adalah pertandingan yang bagus karena melawan Belgia. Tapi, lihat seberapa banyak kedua tim mengubah pemain mereka. Jika kami berdua berada di final, akan ada pemain lain yang bermain,” tambah Courtois.

Kemarahan Courtois salah satunya disebabkan cedera Eden Hazard dan Romelu Lukaku saat semifinal melawan Prancis sehingga absen menghadapi Italia. “Ini hanya menunjukkan bahwa kami terlalu banyak bermain,” ucap Courtois.

“Tahun depan kami memiliki Piala Dunia pada November. Sepertinya kami harus bermain sampai tahap akhir hingga Juni lagi. Kami akan cedera dan tidak ada yang peduli dengan para pemain lagi,” kata Courtois.

10 Pesepakbola yang Pernah Didakwa Kasus Pidana

“Setelah musim yang panjang, kami harus memainkan empat pertandingan di Nations League lagi. Kami akan memiliki liburan dua minggu dan itu tidak cukup bagi para pemain untuk dapat terus bermain 12 bulan di level tertinggi,” tambah kiper Real Madrid itu.

“Jika kami tidak pernah mengatakan apa-apa, itu akan selalu sama. Mereka (UEFA) bisa marah karena tim lain membuat Liga Super. Tapi, mereka tidak peduli dengan para pemain. Mereka hanya peduli dengan kantong mereka sendiri,” beber mantan penjaga gawang Chelsea itu.

UEFA mengatakan bahwa Nations League tidak menambah jumlah keseluruhan pertandingan yang dimainkan timnas. Sebab, ini dimainkan pada tanggal kalender pertandingan internasional.

“Perkenalannya dimaksudkan untuk mendukung sepak bola timnas dengan pertandingan yang bermakna, seimbang, dan menarik di semua level, yang sebenarnya terjadi karena semua tim memiliki tujuan yang ingin dicapai dalam kompetisi,” kata UEFA.

“UEFA tidak menyimpan pendapatan apa pun dari Nations League, yang sepenuhnya didistribusikan kembali ke asosiasi nasionalnya. Pendapatan ini mendanai organisasi dan promosi sepak bola di seluruh Eropa,” tambah UEFA.

Cortouis juga mengkritik wacana Piala Dunia setiap dua tahun. Pasalnya, akan banyak pemain bintang dengan jam bermain tinggi mengalami cedera jika Piala Dunia di lakukan setiap dua tahun. Sebab, ada Nations League di tingkat timnas dan Liga Konferensi Eropa di tingkat klub.

“Anda mendengar bahwa mereka ingin menggelar Piala Eropa dan Piala Dunia setiap tahun. Kapan kita akan istirahat? Tidak pernah. Jadi, pada akhirnya pemain top akan cedera sepanjang waktu dan itulah akhirnya. Itu adalah sesuatu yang harus jauh lebih baik dan dirawat dengan lebih baik. Kami bukan robot,” pungkas Courtois.

(atmaja wijaya/anda)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *