Jangan Sesekali Berhubungan Seks di Masa Nifas!

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID, Masa nifas adalah masa 40 hari setelah seorang wanita melahirkan. Pada periode ini, organ reproduksi yang berubah selama kehamilan, misalnya rahim, perlahan-lahan akan kembali ke ukuran semula, seperti sebelum kehamilan. Inilah momen penting bagi ibu untuk memulihkan diri.

Kebanyakan pasangan suami istri menunda berhubungan intim setelah melahirkan hingga masa nifas berakhir. Alasannya, memang sebagian besar mengikuti tradisi atau kepercayaan agama yang dilakukan secara turun-temurun.

Meski tidak ada alasan khusus, tahukah kamu bahwa hal tersebut memang baik bila dilihat dari sisi kesehatan?

Pada tahun 1998, BBC melaporkan meninggalnya dua wanita usia 22 dan 29 tahun di West Yorkshire ketika bercinta 8 dan 5 hari setelah melahirkan. Keduanya diketahui melahirkan secara normal dan meninggal saat berhubungan intim.

Kematian ini terjadi karena tubuh wanita masih mengalami fase pemulihan luka pasca melahirkan normal. Banyak risiko kesehatan yang mengancam, jika kamu melakukan hubungan seksual terlalu cepat pada fase ini.

Terutama jika baru dua minggu fase nifas, karena risiko perdarahan setelah melahirkan lebih besar sekaligus bisa menyebabkan kematian karena kehilanga banyak darah, dan juga infeksi di rahim akan meningkat. Pada fase ini, vagina pun mengering karena level hormon estrogen masih rendah.

Lalu, apabila kamu mengalami robekan atau episiotomi saat melahirkan, maka seharusnya Bunda jangan melakukan hubungan seksual terlebih dahulu, apalagi di fase nifas ini. Berikan waktu pada tubuh untuk beristirahat dan memulihkan diri.

Jika kamu tetap melakukan hubungan seksual, salah satu risiko yang bisa terjadi adalah infeksi di lokasi robekan. Hal ini juga berlaku jika Bunda yang melahirkan dengan operasi Caesar.

Dilansir dari laman Healthline, operasi Caesar dapat memengaruhi sensasi di vagina. Kondisi vagina yang kering dan tipis karena masalah hormon bisa membuat hubungan seksual terasa sakit, meski tidak melahirkan secara normal.

Oleh karena itu, lebih baik kamu tunggu luka jahitan di perut karena operasi Caesar itu sembuh terlebih dahulu. Tunggulah perdarahan dan luka operasi mengering, sebelum kamu melakukan hubungan seksual lagi.

Sementara itu, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam An International Journal of Obstetrics and Gynaecology mencatat bahwa sekitar 83 persen responden mereka mengalami masalah seksual dalam 3 bulan pertama pascamelahirkan.

Meskipun demikian, masalah seksual tersebut mengalami penurunan seiring berjalannya waktu. Beberapa masalah yang dapat dialami saat melakukan hubungan seksual di fase nifas, sesuai penelitian tersebut TOPNEWS.MY.ID lain:

  • Vagina yang mengering.
  • Jaringan vagina yang tipis.
  • Hilangnya elastisitas jaringan vagina.
  • Perineum yang sobek.
  • Perdarahan.
  • Nyeri.
  • Otot yang mengendur.
  • Letih.
  • Libido yang rendah. 

Walau tidak dilarang secara mutlak, ada baiknya pasangan suami istri menunda berhubungan saat masa nifas atau setidaknya selama 4 minggu pascamelahirkan. Tunggulah sampai rahim dan jahitan persalinan pulih sempurna dan sang Bunda dalam kondisi optimal.

Dalam hal ini, peran Ayah sebagai suami juga tidak kalah penting. Selain memahami betul pentingnya menunda hubungan intim pada masa nifas, sang Ayah baru juga diharapkan dapat membantu, berbagi peran dengan Bunda.[]



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *