Dikira Batuk Biasa, Balita di AS Dipasangi Ventilator Akibat Covid-19

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID – Seorang balita berusia 2 tahun terbaring lemah dengan ventilator di tubuhnya. Adrian James awalnya mengeluh batuk, lalu berakhir di rumah sakit Mount Vernon, Illinois, AS.

Sang ibunda, Tiffany Jackson tak mengira anaknya tertular Covid-19. Tidak ada yang sakit di keluarganya. Adrian James hanya sedikit batuk. Tiffany memberinya sirup obat batuk dan meletakkan pelembab udara di kamarnya.

Akan tetapi, pada Jumat (1/10) sang anak berkeringat dan napasnya tersengal-sengal. Tiffany membawanya ke ruang gawat darurat. Dokter dan perawat melakukan rontgen dada lalu menyatakan Covid-19. Kemudian Tiffany membawa anaknya pergi ke Rumah Sakit Anak Kardinal Glennon di St. Louis, sekitar 129 km jauhnya.

“Saya tidak tahu apakah dia akan berhasil bertahan atau tidak,” kata Tiffany. “Saya sangat emosional dan sangat kesal,” tambahnya seperti dilansir Straits Times.

Anaknya adalah salah satu dari lebih dari 840.000 anak di bawah usia empat tahun yang tertular Covid-19 di Amerika Serikat sejak awal pandemi. Data ini menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS. Adrian terpapar varian Delta yang sangat menular.

Adrian diintubasi dan dibius dosis tinggi dan diselimuti. Beruntungnya, dalam beberapa hari terakhir, paru-parunya telah mampu bekerja baik dan ada kemungkinan ventilator segera dilepas.

Adrian menderita pneumonia di paru-paru kirinya. Dia bernapas cepat, mencoba menghirup udara dengan 76 kali pernapasan per menit, hampir dua kali lipat dari pernapasan normal.

Tiffany sendiri tidak tahu bagaimana putranya tertular Covid-19. Tiffany belum divaksinasi Covid-19 karena gangguan auto-imun langka yang disebut sindrom Guillain-Barre.

Sindrom yang tidak dapat disembuhkan ini menyebabkan kerusakan sistem saraf. Ayah Adrian, yang berada di rumah dengan anak mereka yang lebih muda di Illinois, telah menerima satu dosis vaksin Covid-19. Untuk dosis kedua masih menunggu.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *