Tiongkok Mundur, Calon Lawan Timnas Indonesia U-23 Sisakan Australia | Bolaindo

  • Bagikan



Jumlah pesaing Indonesia untuk merebut tiket ke putaran final Piala Asia U-23 2022 kembali berkurang setelah federasi sepakbola Tiongkok (CFA) menyatakan skuad U-22 mundur dari keikutsertaan mereka di babak kualifikasi yang dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini di Tajikistan.

Pengumuman itu disampaikan CFA melalui media sosial Weibo resmi mereka hari ini. Keputusan tersebut membuat Grup G kini hanya menyisakan timnas Indonesia U-23 dan Australia. Sebelum Tiongkok, Brunei Darussalam terlebih dulu mengundurkan diri pada 9 September lalu.

Tiongkok U-22 sebetulnya sudah memulai pemusatan latihan (TC) sejak 5 Oktober untuk menghadapi kualifikasi Piala Asia U-23. CFA telah memilih 24 pemain untuk mengikuti TC, dan nantinya hanya mencoret satu nama saja.

CFA menyebutkan, keputusan mundur dari ajang ini disebabkan aturan ketat pemerintah mereka dalam upaya mencegah penularan pandemi di Negeri Tirai Bambu. Begitu juga dengan pengetatan penerbangan menuju Tiongkok.

“Terkait pencegahan dan pengendalian pandemi, serta pengetatan penerbangan, tim nasional Tiongkok U-22 tidak dapat bertolak ke Tajikistan sesuai rencana untuk berpartisipasi di kualifikasi Piala Asia U-23 2022, dan sangat menyesal terpaksa mundur dari kompetisi ini,” demikian penjelasan CFA.

“Selanjutnya, tim nasional Tiongkok U-22 tetap menjalani latihan di bawah asuhan pelatih Aleksandar Jankovic sebagai persiapan untuk menyambut Asian Games 2022 di Hangzhao.”

“Dalam drawing sebelumnya, tim nasional Tiongkok U-22 ditempatkan di Grup G bersama Australia, Indonesia, dan Brunei. Kualifikasi Grup G awalnya digelar di Indonesia dari 23 hingga 31 Oktober, namun dipindahkan ke Tajikistan berkaitan dengan pandemi lokal [di Indonesia].”

Pengunduran diri ini disebabkan Tiongkok berkaca dari pengalaman yang didapat timnas wanita Korea Selatan kala melakoni pertandingan kualifikasi Piala Asia Wanita di negara tetangga Tajikistan, Uzbekistan. Ketika pulang ke negaranya, dua pemain dan satu staf dinyatakan positif terpapar COVID-19.

Selain itu, penerapan protokol kesehatan yang diterapkan Tajikistan dianggap terlalu longgar. Sebab, di saat bersamaan, Tajikistan juga menjadi tuan rumah pertandingan Grup B. Tajikistan tidak menempatkan tujuh negara di hotel berbeda. Mereka hanya menyediakan tiga hotel untuk ketujuh negara tersebut.

Di samping tempat penginapan, jadwal penerbangan juga menjadi kendala. Pasalnya, penerbangan langsung dari Tajikistan ke Tiongkok hanya sekali dalam satu pekan, dan itu dianggap terlalu lama. Bila menggunakan alternatif lain, skuad Tiongkok U-22 harus transit terlebih dulu di negara lain. Metoda itu dianggap berseberangan dengan kebijakan pemerintah Tiongkok yang sedang mencegah penyebaran COVID-19.

Berita Terkait



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *