Kasus Pemerkosaan 3 Anak, Ini Bukti Baru yang Diberikan LBH Makassar

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID – Ketua Divisi Perempuan Anak dan Disabilitas LBH Makassar, Rezky Pratiwi mengatakan pihaknya pernah memberikan bukti baru kepada Polda Sulawesi Selatan pada 2020. Namun polisi tetap menghentikan kasus tersebut.

Hal ini Pratiwi katakan, lantaran Bareskrim Polri menyebut penghentian kasus dugaan pemerkosaan kepada anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan oleh ayah kandungnya bisa dibuka lagi untuk diusut, asalkan adanya bukti baru.

“Bukti berupa dokumen-dokumen pendukung, kami ajukan laporan dari psikolog anak yang menerangkan bahwa telah terjadi kekerasan seksual terhadap tiga anak. Kemudian masing-masing korban juga menerangkan, itu kami ajukan,” ujar Pratiwi kepada TOPNEWS.MY.ID, Jumat (8/10).

“Kemudian juga ada foto-foto bagian dubur dan vagina anak yang ada kemerahan dan kami mengajukan saksi dari pemerhati anak yang bisa menguatkan,” tambahnya.

Pratiwi mengaku saat itu Polda Sulawesi Selatan mengaku bakal menindaklanjuti bukti-bukti baru yang diajukan LBH Makassar tersebut. Namun pada putusan akhirnya polisi tetap mengumumkan bahwa kasus tersebut tidak bisa dilanjutkan.

“Waktu digelar perkara bilang akan menindaklanjuti semua masukan, pas suratnya keluar rekomendasinnya tetap menghentikan kasus, tidak disebutkan juga alasan-alasannya,” katanya.

Pratiwi mengaku sebenarnya bukti baru tersebut bisa didapat polisi lewat penyelidikan dengan membuka kasus tersebut kembali. Karena ada hal yang tidak bisa dilakukan oleh LBH Makassar.

“Sepeti misalnya memanggil dokter, memanggil ahli. Itu kan yang kami tidak bisa kami lakukan,” ungkapnya.

Diketahui, terjadi dugaan pemerkosaan oleh seorang ayah terhadap tiga orang anak kandungnya masih di bawah umur di Luwu Timur, Sulawesi Selatan pada 2019 lalu.

Ibu dari para korban pernah melaporkan tindakan kriminal tersebut kepada Polres Luwu Timur, namun laporannya tidak ditanggapi. Hingga penanganan kasus akhirnya diberhentikan oleh pihak kepolisian yakni Polres Luwu Timur dan Polda Sulawesi Selatan.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *