Usai Dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Luhut, Fatia dan Haris Azhar Datangi Komnas HAM



TOPNEWS.MY.ID – Koordinator Kontras Fatia Maulida dan kuasa hukum Direktur Lokataru Haris Azhar mendatangi Komnas HAM untuk meminta pendampingan hukum setelah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

Pertemuan dilakukan tertutup lebih dari 2 jam TOPNEWS.MY.ID koordinator kontras yang didampingi sejumlah orang dari koalisi masyarakat sipil dan ICW dan Komnas HAM.

Komnas HAM akan mempelajari dokumen pengaduan dari Haris dan Fatia untuk mengambil langkah selanjutnya.

Baca Juga Penyidik Polda Metro Sudah Buat Agenda Pemanggilan Luhut Terkait Laporan Pencemaran Nama Baik di

Kuasa hukum Haris dan Fatia meminta Komnas HAM segera memberikan perlindungan hukum karena kliennya tengah melakukan penelitian sehingga ada indikasi konflik kepentingan yang dilakukan pejabat publik.

Sementara itu, kuasa hukum koordinator kontras meminta kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan luhut tidak dilanjutkan.

karena Fatia dan Haris Azhar menyampaikan kritik publik dalam kapasitas mereka sebagai aktivis HAM.

Kemarin (23/09) Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan melaporkan aktivis Haris Azhar dan Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya.

Dua aktivis itu dilaporkan atas dugaan fitnah dan dianggap menyebarkan berita bohong.

Keduanya menyampaikan bahwa Luhut ikut bermain dalam bisnis tambang Papua secara langsung ataupun tak langsung atas dasar inilah, Luhut melaporkan mereka ke polisi.

Artikel ini bisa dilihat di :

https://www.youtube.com/watch?v=Vp8PbRLsRcE

Respon (26)

  1. KEMAREN 2X SOMASI NGGAK NGASIH JAWABAN…MINTA MAAF NGGAK MAU SEKARANG SIBUK SANA SINI….KLO BUKTI BENER GENTLE DONG KLO SALAH YA TERIMA RESIKO…..mulut lebih tajam dr duri buah durian😂😂

  2. Banyak kata kata yg baik , stekmen yg baik mengutamakan praduga tak ber salah pada P Luhut . Mungkin aktipis ter sebut sudah punya bukti kuat P Luhut itu bermain tambang di papua . Ini mengejut kan . Takperlu santun lagi , ini demokrasi . Aneh ya .

  3. Ada orang berjenggot dan emak2 ngerumpi di medsos, yang di rumpi merasa tersinggung karena ocehan mereka, dan orang yg di rumpi tersebut menggunakan haknya sebagai WNI untuk melaporkan ke polisi orang yg berjenggot dan emak2 tersebut, eh….tiba2 mereka malah mendatangi Komnas HAM minta perlindungan……ini terbalik pinokio….harusnya orang yang dirumpi tersebut minta perlindungan kepada Komnas Ham karena namanya dicatut dan di rumpi tanpa data, datanya katanya hasil liputan orang lain. Kalau memang punya data valid, dan pasti, ayo adu argumen dan adu bukti di pengadilan, itu juga kalau berani, jangan ber kukuruyuk di medsos tapi di pengadilan lah tempatnya. Lebih baik janggotnya di cukur, pakai lipstik biar sama dengan orang sebelah….Kalah Sule nih lawakannya…..

  4. Sudah Prinsip Alam, Orang yang merasa Benar tidak akan Takut. Kan tidak mau menerima permintaan Somasi dari pak Luhut. Berarti merasa Benar dan tidak salah dong. Yah seharusnya jangan melibatkan Lembaga lain. Dibuka saja kebenaran pernyataan nya nanti di PN buka2an lah disitu. Jangan libatkan HAM disini. Sebab kalau mau melibatkan HAM pihak pak Luhut juga bisa melibatkan Lembaga itu. Karena merasa dirinya di Fitnah.

  5. Emang masyarakat bodoh? dasar LSM guobluokkk !!!

    Kesalahan kalian itu pernyataan kalian yang menyebut bahwa Lord Luhut ikut bermain tambang dipapua.Padahal didalam data dan riset yang kalian kemukakan kepublik tersebut tidak ada kata kata/ungkapan LUHUT IKUT BERMAIN TAMBANG dipapua.Hoaks kalian itulah yang mengandung unsur pidana,karena kalian telah menyesatkan publik dan sekaligus menyebarkan berita bohong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *