Achraf Hakimi Jelaskan Alasan Kepergiannya dari Real Madrid, Gara-gara Zidane?

  • Bagikan
Pesona 6 Wasit Wanita Terseksi di Dunia


“Kini teka-teki itu terjawab sudah…”

TOPNEWS.MY.ID – Achraf Hakimi adalah pemain yang sempat jadi andalan di lini belakang Real Madrid. Namun pada musim 2019, pemain asal Maroko itu mulai dipinjamkan ke beberapa klub.

Dan akhirnya pemain berusia 22 tahun itu pindah ke Inter Milan secara permanen setelah  masa pinjaman dua tahun yang sukses di Borussia Dortmund, dan musim panas lalu ia bergabung dengan Paris Saint-Germain seharga 60 juta euro / Rp.

Banyak spekulasi yang beredar mengenai kepindahan Hakimi dari Santiago Bernabeu. Yang paling santer terdengar ialah ada kaitannya dengan Zidane.

Tetapi belum lama ini, Hakimi
mengungkapkan bahwa kepergiannya dari Real Madrid pada musim panas 2020 bukan karena faktor Zinedine Zidane.

“Saya belajar banyak dari  Zidane Apa yang terjadi pada 2020 tidak ada hubungannya dengan dia,” ungkap Hakimi dalam wawancara dengan L’Equipe.

Lalu Hakimi menjelaskan, “Ada hal-hal lain yang terkait khususnya dengan COVID dan pihak bReal Madrid secara lebih luas yang membuat saya pergi.”

Ketika ditanya tentang debutnya untuk Real Madrid , yang terjadi pada masa pertama Zidane sebagai pelatih, Achraf Hakimi mengatakan bahwa itu mengejutkan.

“Saya sedang bersama beberapa teman, duduk di bangku di depan rumah mengobrol dan kemudian telepon berdering dan itu dari  Zidane ! Dia mengatakan kepada saya bahwa saya akan bermain dan saya tidak menyangka hal itu,” katanya.

Lebih lanjut tentang kepindahannya di ibu kota Prancis, “Saya menerima tawaran dari PSG dan Chelsea dan saya memiliki intuisi bahwa saya harus datang ke Paris, bahwa saya akan bahagia di sini. Beberapa tahun yang lalu, Mauricio Pochettino menginginkan saya di Tottenham .”

Kabar gembira lainnya ialah Lionel Messi yang bergabung dengan PSG di musim beberapa minggu setelah Hakimi menyelesaikan kepindahannya ke Parc des Princes.

“Saya tidak menyangka Messi akan meninggalkan Barcelona, seperti yang lainnya, saya telah bermain dengan banyak pemain hebat, tetapi saya mengidolakan Messi. Itu adalah mimpi bagi saya.” tutupnya.

(gigih imanadi darma/mag)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *