Momen Klubnya Rafa Benitez Disingkirkan Tim Kasta Kedua di Piala Liga

  • Bagikan
Pesona 6 Wasit Wanita Terseksi di Dunia


“Tanda-tanda pemecatan Benitez sudah mulai terlihat dari pertandingan ini.”

TOPNEWS.MY.ID – Rafael Benitez pernah masuk dalam jajaran pelatih yang cukup diperhitungkan. Dia pernah menakhodai Liverpool, Napoli, hingga klub di China. Dan, pada awal musim 2020/2021 balik melatih klub Liga Primer. Kali ini di Everton.

Musim ini Benitez memimpin Everton dengan cukup lumayan. Di Liga Premier, Benitez menjalani lima laga awal dengan menang tiga kali, imbang satu kali, kalah satu kali. Hasil tersebut menempatkan Everton di peringkat keenam klasemen sementara kompetisi sepakbola kasta tertinggi Inggris.

Namun, nasib sebaliknya terjadi di kompetisi lain. Everton dipaksa menyerah saat berhadapan dengan klub kasta kedua, Queen Park Rangers (QPR) di Piala Liga. Benitez dan timnya bertamu ke Kiyan Prince Foundation Stadium dengan sisa ingatan kekalahan 0-3 dari Aston Villa pada akhir pekan lalu.

Everton tampak berusaha sebisa mungkin untuk memenangkan pertandingan. Tapi, tim tuan rumah justru mengambil alih jalannya pertandingan dengan penguasaan bola yang dominan. Hingga akhirnya pada menit ke 17 striker tuan rumah, Charlie Austin mencetak gol.

Tak mau diam saja, Everton melakukan banyak percobaan untuk membalas. Dan, gol penyama kedudukan itu datang pada menit ke 30 lewat sepakan Lucas Digne. Belum lama Everton merayakan gol, pemain QPR yang sama merusak suasana dengan membalikkan keunggulan lagi. 

“Kami melakukannya dengan cukup baik. Kami memiliki 17 upaya dan menunjukkan karakter yang baik. Tapi, kami masih harus lebih baik di kedua area. Kami kebobolan terlalu mudah dan melewatkan peluang yang membuat perbedaan,” kata Benitez, dikutip The Guardian.

Pesona 6 Wasit Wanita Terseksi di Dunia

Tak mau tercoreng, Everton menyamakan kedudukan untuk kedua kalinya melalui Andros Townsend, tak lama setelah babak kedua dimulai. Lalu, sisa menit pertandingan menjadi sangat sengit. Tapi, kedua tim tak bisa membuat gol pembeda lagi, sehingga pertandingan harus diselesaikan dengan adu penalti.

Ibarat kata pepatah, untung tak ada diraih malang tak dapat ditolak. Tim asuhan Benitez harus menyerah dan tersingkir dari Piala Liga setelah penendang kedelapan, Tom Davies, gagal memasukkan bola. Skor akhir 8-7 untuk kemenangan QPR.

(atmaja wijaya/anda)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *