Arema FC Gelar Evaluasi 3 Laga Pertama Liga 1, Imbasnya Eduardo Almeida Bisa Didepak | Bolaindo

  • Bagikan



Arema FC hanya meraih dua poin dalam tiga laga pertama BRI Liga 1 2021/2022. Hal itu merupakan start yang buruk dari Singo Edan, terutama setelah kalah 1-2 dari PSS Sleman pada laga pekan ketiga di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida, pun mendapatkan peringatan.

Dalam dua laga sebelumnya, Arema FC berhasil meraih satu poin pada masing-masing pertandingan, yaitu ketika menghadapi PSM Makassar dan Bhayangkara FC. Manajemen Arema FC pun melakukan evaluasi tim.

“Sejak dua kali meraih hasil imbang, sudah ada evaluasi berupa saran dan masukan. Intinya pengurus ingin ada peningkatan kualitas tim agar bisa meraih poin maksimal,” ujar media officer Arema FC, Sudarmaji.

Setelah menelan kekalahan dari PSS Sleman, peringatan pun diberikan kepada Eduardo Almeida.

“Dengan hasil laga semalam, jajaran direksi langsung tegas memberikan reaksi dan mengingatkan kepada pelatih dan pemain untuk evaluasi total, serta instrospeksi. Kami ingatkan lagi jika kualitasnya menurun dan hasilnya tidak sesuai target, maka akan disiapkan langkah tegas untuk menyelamatkan tim,” lanjut media officer Arema FC itu.

Langkah tegas tersebut bisa saja dengan mencopot jabatan pelatih kepala yang kini diemban oleh Eduardo Almeida. Hal ini sudah biasa dilakukan oleh Arema FC dalam beberapa tahun terakhir.

Beberapa pelatih yang pernah menjadi korban kekejaman manajemen Arema FC yang tidak bisa menerima hasil buruk TOPNEWS.MY.ID lain Aji Santoso, Joko Susilo, dan beberapa nama lain.

“Apa langkah tegasnya? Terburuk bisa saja permohonan untuk mundur atau pemecatan. Tujuannya agar tim ini segera on the track serta meraih poin maksimal,” ujar Sudarmaji.

Sebelumnya, Eduardo Almeida berharap bisa dimengerti dan dimaklumi mengenai hasil-hasil yang diraih Arema FC dalam 5 hingga 6 laga awal di BRI Liga 1 2021/2022.

Namun, manajemen dan fans, Aremania, sepertinya tidak bisa bersabar untuk menunggu. Mereka cemas jika tren negatif ini berlanjut, target juara yang dicanangkan Presiden klub, Gilang Widya Pramana, tidak akan terwujud.

Alasannya karena sejumlah tim besar sudah tancap gas, seperti Bali United, Persib Bandung, dan PSIS Semarang. Sementara ini, Arema FC harus terdampar di posisi ke-14 dalam klasemen sementara dengan dua poin.

Ini jelas hasil yang lebih buruk dari tiga laga awal pada Liga 1 2020 yang akhirnya terhenti karena pandemi COVID-19. Ketika itu, di bawah asuhan Mario Gomez, Arema FC meraih satu kemenangan dan dua kekalahan sehingga berada di peringkat ke-12 dengan tiga poin.

Berita Terkait



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *