Tak Hanya di Film, di Dunia Nyata Jackie Chan juga Berani Melawan Mafia Hongkong

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID – Jackie Chan punya cerita tak enak saat melakukan pengambilan gambar film Rush Hour 2 pada awal tahun 2000-an. Ketika syuting film tersebut di kampung halamannya, Hong Kong, mafia setempat langsung “menyambut” kedatangannya. Selagi kru-kru asing melakukan pengambilan gambar aktor Chris Tucker di daerah lampu merah Wanchai, datang telepon gelap berkali-kali. Seorang pria dengan julukan menyeramkan Macan Baru Wanchai, terang-terangan meminta uang keamanan 500 ribu dolar Hong Kong pada perusahaan film Wei Ho milik Jackie Chan. Tanpa begitu, jangan harap syuting film yang juga dibintangi artis Crouching Tiger, Hidden Dragon Zhang Zi Yi, berjalan mulus.

”Wanchai daerah kekuasaan kelompok kami, Sin Yi An,” katanya setengah mengancam dari seberang sana.

Terang saja, semua kru kaget plus bingung. Seingat mereka, dari syut pertama di kota judi Las Vegas dan sekitarnya, semuanya justru lancar. Lagipula, izin syuting dari pihak kepolisian Hong Kong sudah di tangan jauh-jauh hari. Apa mau dikata, komandan utama, Jackie baru pergi belum lama. 

Jackie Chan (Instagram)

Mengingat Wanchai tempat bercokol mafia terbesar Sin Yi An, diputuskan menerima permintaan itu. ”Namun, kami juga melapor ke pihak berwajib. Minta diusut. Perkiraan kami, ada 3 pria pelaku pemerasan,” seorang kru menutur ulang. Dua hari setelah syuting pertama, kedua belah pihak sepakat bertemu. ”Pemeras yang diketahui bermarga Li itu diajak nongkrong dulu di kantin sekitar Wanchai. Li tidak sadar 30 reserse sudah mengintai terus. Saat penyerahan uang, semua menyerbu masuk. Wuss, Li langsung dikepung,” imbuhnya lagi. Li berusia sekitar 30 tahun itu rupanya salesman mobil. Macan Baru Wanchai yang tadinya gagah, berubah melempem ketika digiring masuk kantor polisi. Berita ini akhirnya tersebar di kantor berita Amerika. 

Reaksi Jackie? Jelas berang sekaligus merah kupingnya. Sejak lama, aktor laga yang dikenal pula dengan nama Tionghoa Cheng Lung, amat sengit dengan hal berbau mafia. Ia giat mengomandoi teman-teman artis untuk berani menentang mafia. Dimulai pertengahan tahun lalu demo memerangi campur tangan mafia di bidang perfilman, pemerasan terhadap orang film, hingga pembajakan. Dengan tatapan tajam di depan puluhan wartawan di Hong Kong, ia menyatakan kekecewaannya. ”Saya merasa sakit hati, kecewa sekaligus malu.  Seluruh dunia jadi tahu permasalahan ini. Jadi tahu keburukan Hong Kong. Kelak tak ada lagi pihak asing yang bersedia syuting di Hong Kong. Bayangkan, syuting sekarang pun kami harus menghadirkan anggota reserse dan polisi berpakaian biasa. Sebisa mungkin kami tidak memberitahu kru asing yang belum tahu hal ini. Memalukan,” koarnya berapi-api.

Ia yang menaruh kepercayaan tinggi pada pihak berwajib, memuji kecekatan polisi yang mampu bertindak cepat. ”Saya selalu menyerahkan hal pemerasan seperti pada polisi sejak dulu. Pelaku pemerasan kali ini hanyalah kroco kecil. Yang gede-gede tidak bakal melakukan hal beginian,” tambah Jackie sembari melipatkan kedua tangan ke dada.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *