10 Transfer Terburuk Barcelona 10 Tahun Terakhir

  • Bagikan
PAE Olympiakos SFP


“Entah apa yang terjadi dengan kebijakan transfer Barcelona belakangan ini”

TOPNEWS.MY.ID – Akademi La Masia milik Barcelona telah menghasilkan beberapa talenta sepakbola terbaik yang pernah ada di dunia, nama-nama seperti Carles Puyol, Andres Iniesta, Xavi, Pep Guardiola hingga Lionel Messi adalah produk asli milik Blaugrana.

Tapi dalam beberapa tahun terakhir, Barcelona tampaknya telah menggeser cara mereka dalam mengurus pemainnya. Yap, El Barca saat ini lebih sering mengandalkan transfer mahal dan boros daripada menggunakan para talenta akademinya yang masyhur itu.

Memang tidak bisa dikatakan semua pembelian mereka yang ‘boros’ itu berakhir dengan kegagalan, transfer Frenkie de Jong senilai 75 juta Euro misalnya. Pria Belanda itu telah menjadi tulang punggung yang baru di Camp Nou, dan tampaknya akan terus mengalami perkembangan dalam beberapa tahun mendatang. Namun di sisi lain, kita juga tidak bisa menutup mata bahwa banyak sekali transfer pemain yang gagal bahkan terbilang sia-sia, terutama pada era Josep Maria Bartomeu.

Tanpa basa-basi lagi, berikut 10 transfer terburuk Barcelona dalam 10 tahun terakhir,

10.Douglas Santos
Pemain yang relatif tidak dikenal, Douglas Santos dikontrak ke Barcelona selama bertahun-tahun dan akhirnya meninggalkan klub pada 2019. Setelah serangkaian peminjaman, Besiktas akhirnya menandatangani pria Brasil itu dengan status bebas transfer.

Mantan pemain Sao Paulo itu ditandatangani pada tahun 2014 untuk menggantikan Dani Alves, namun setelah kurang dari 10 pertandingan bersama klub, Douglas diturunkan menjadi pilihan ketiga karena penampilannya yang buruk.

9.Thomas Vermaelen
Dibawa pada tahun 2014 setelah pensiunnya Legenda klub, Carles Puyol pada akhir musim 2013/2014, karir Vermaelen selalu diganggu dengan cedera. Mantan kapten Arsenal itu ditandatangani dengan biaya 17,5 juta Euro guna memberikan kedalaman skuad yang lebih baik lagi.

Namu menandatangani pemain yang sering bermasalah dengan kebugaran adalah salah satu keputusan transfer terburuk manajemen Barcelona. Hingga ia pindah ke Jepang bersama Vissel Kobe, masalah cederanya masih terus menghantui.

8.Matheus Fernandes
Ini adalah salah satu transfer yang paling tidak perlu dalam sejarah sepakbola. Pembelian Matheus Fernandes dengan biaya 10 juta Euro dari Palmeiras ternyata menjadi bencana bagi semua pihak yang terlibat. Kurang dari 12 bulan setelah bergabung, kontraknya dihentikan oleh Barcelona dalam upaya untuk menyeimbangkan pembukuan dan kini Fernandes dilaporkan ingin membawa mantan klubnya ke ranah pengadilan dengan alasan pemecatan sepihak.

7.Ousmane Dembele
Didatangkan sebagai pengganti Neymar yang hijrah ke Paris, penampilan pemain Prancis itu sejauh ini terbilang mengecewakan. Ia dibeli oleh Barcelona dengan biaya besar sebesar 105 juta Euro dengan tambahan 40 juta Euro sebagai bonus, tapi disitu lah awal mula kegagalannya, harga tidak memenuhi ekspektasi.

Sebenarnya secara kualitas, pemain berusia 24 tahun itu masih terbilang sangat bagus, tapi cedera demi cedera yang terus dialaminya membuat Dembele tidak bisa tampil konsisten setiap pertandingannya, akibatnya, selama musim 2020/2021, ia hanya memainkan 30 pertandingan di La Liga dengan menyumbangkan enam gol serta tiga assist.

6.Arda Turan
Transfer Arda Turan dari Atletico Madrid ke Barcelona diselesaikan dengan biaya 34 juta Euro pada musim panas 2015. Namun, playmaker Turki baru membuat penampilan pertamanya untuk klub pada awal 2016, karena larangan transfer yang dikenakan pada Barcelona.

Meski secara resmi meninggalkan klub pada Agustus 2020, Turan menghabiskan dua dari lima tahun kontraknya di Barcelona dengan status pinjaman bersama Istanbul Başakşehir. Setelah menjadi pemain Barca keenam yang mencetak hat-trick di Liga Champions pada 2016, Turan akhirnya dilepas oleh Ernesto Valverde.

5.Alex Song
Transfer Alex Song dari Arsenal ke Barcelona pada 2012 adalah salah satu yang transfer teraneh yang pernah dilakukan oleh Blaugrana.

Didatangkan sebagai back-up Sergio Busquets, pemain Kamerun itu justru sering kali gagal memenuhi tugasnya dengan baik. Dirilis pada 2016, setahun sebelum kontraknya di Barcelona berakhir, gelandang berusia 33 tahun itu baru saja menyelesaikan transfer ke klub asal Djibouti, Arta/Solar7.

4.Andre Gomes
Tidak seperti pemain lain dalam daftar ini, Gomes memiliki semua yang ia butuhkan untuk sukses di Barca. Kemampuan teknis dan kemampuan passingnya sangat cocok untuk tim, namun karena kurangnya kepercayaan diri serta inisiatif dalam memainkan perannya di lini tengah, pria Portugal akhirnya dijual ke Everton dengan harga 25 juta Euro.

3.Malcom
Transfer Malcom ke Barcelona pada 2018 lalu sempat membuat banyak pihak terkejut, terutama para pengamat sepakbola. Bagaiman tidak, pemuda Brasil itu hanya tinggal selangkah lagi akan berseragam AS Roma ketika Barca kemudian menikung transfer tersebut di satu jam terakhir.

Dua tahun sejak itu, Malcom telah dijual ke Zenit St Petersburg seharga 40 juta Euro. Akuisisi pemain depan berusia 24 tahun itu tampaknya tidak berarti untuk klub karena ia tetap berada di bangku cadangan hingga akhirnya dilepas oleh Barcelona.

2.Miralem Pjanic
Pada tahun 2020, Barcelona dan Juventus mengambil bagian dalam kesepakatan pertukaran yang melibatkan Arthur Melo dan Miralem Pjanic. Setahun setelah transfer kolaboratif ini, dapat dikatakan bahwa kesepakatan ini menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah kesepakatan pertukaran.

Ditandatangani dengan harga 60 juta Euro, Pjanic membuat total 19 penampilan di La Liga musim lalu, di mana hanya enam yang menjadi starter. Itu cukup masuk akal setelah Ronald Koeman tidak menganggap gelandang Bosnia itu sebagai bagian dari rencananya. Sejauh ini mantan pemain Lyon itu belum memberikan satu pun gol buat Barcelona.

1.Philippe Coutinho
Lagi-lagi harga yang tinggi menjadi bumerang untuk para pemain yang didatangkan oleh manajemen Barca ke Camp Nou dan transfer Philippe Coutinho adalah bukti nyata.

Dengan biaya transer sebesar 120 juta Euro, plus tambahan 40 juta Euro dan itu pun masih terutang kepada Liverpool, Coutinho nyatanya tidak mampu menunjukan performa yang impresif selama berseragam Barcelona, dan itu juga tidak lepas dari cedera serta perbedaan posisi bermain yang membuat gelandang Brasil itu sulit menunjukan kualitas terbaiknya.

Coutinho hanya mampu mencetak 23 gol dalam 90 pertandingan untuk Barcelona, dan bagian yang paling menyakitkan adalah Coutinho justru tampil lebih baik saat dipinjamkan ke Bayern Muenchen, di mana ia mencetak dua gol serta satu assist dalam kemenangan 8-2 Die Bayern atas Barca di ajang Liga Champions pada musim 2019/2020, dan seperti yang sudah diketahui bersama, Coutinho sukses meraih treble winners bersama Die Roten di akhir musim, sungguh sebuah ironi.

(muflih miftahul kamal/muf)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan