Salah Artikan Aba-Aba Bungee Jumping, Wanita Ini Tewas Usai Lompat dari Ketinggian 40 Meter

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID, Internasional – Seorang wanita dinyatakan tewas usai melompat dari ketinggian 40 meter karena salah mengartikan aba-aba permainan ekstrem bungee jumping.

Ya, Yecenia Morales (25) salah mengartikan sinyal tanda mulai sehingga ia dilaporkan langsung melompat dari jembatan di Kolombia Utara.

Ketika itu, Morales yang belum dipasangi kabel dengan benar untuk melakukan olahraga ektsrem tersebut mendadak melompat setelah mendengar sinyal yang ia pikir untuk dirinya.

Padahal, usut punya usut, sinyal tersebut diberikan untuk kekasihnya. Kontan saja video rekaman Morales yang lompat dari jembatan pun viral di media sosial.

Saat insiden tersebut terjadi, sekiranya ada 100 orang tengah menunggu di jembatan di Kota Fredonia, Antioquia, Kolombia, yang memiliki ketinggian sekitar 40 meter.

Yacenia sendiri berada di belakang sang kekasih yang juga akan segera meloncat dalam permainan bungee jumping itu.

Dilansir TOPNEWS.MY.ID dari Daily Star via Kompas pada Jumat, 23 Juli 2021, kabel pelindung Morales belum terpasang dengan benar di engkelnya ketika ia nekat melompat karena salah mengartikan sinyal.

Diyakini bahwa wanita itu mengalami serangan jantung fatal bahkan sebelum dirinya menyentuh tanah.

Yacenia Morales pun dipastikan telah tewas ketika paramedis tiba di lokasi kejadian untuk memeriksa.

Kekasihnya yang terkejut menjadi orang pertama yang tiba di tempat ia jatuh dan langsung mencoba melakukan CPR.

Sang kekasih yang super syok juga dilaporkan menerima perawatan setelah berusaha keras mencapai posisi Yacenia Morales terjatuh di lembah.

Sementara itu, Wali Kota Fredonia, Gustavo Guzman, angkat suara dan menjelaskan insiden tersebut.

“Ia bingung. Tanda tersebut dimaksudkan bagi kekasihnya untuk loncat karena sudah memakai peralatan keamanan,” tuturnya kepada El Tiempo.

“Mereka saat itu hanya memasang tali kekang padanya sehingga ia bingung dan bergegas loncat.”

Otoritas lokal pun telah melakukan investigasi setelah klaim bahwa dua perusahaan yang memberikan pelayanan dan menyuplai peralatan di lokasi kejadian rupanya tak memiliki izin.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan