Rohit Chand Kenang Masa-masa Sulit di Persija dan Peran Penting Benny Dollo | Bolaindo

  • Bagikan



Gelandang asing asal Nepal, Rohit Chand, mengenang masa-masa sulit ketika bergabung dengan tim Persija Jakarta pada Mei 2013.

Rohit Chand mengaku mengalami kesulitan dalam proses adaptasi dengan Persija, meskipun sebelumnya ia juga sudah merumput di Indonesia.

Sebelum menjadi pemain Macan Kemayoran, Rohit Chand merupakan pemain PSPS Pekan Baru.

Namun masalah itu dapat dimaklumi karena Rohit baru menetap selama setengah tahun di Indonesia.

“Satu bulan awal di Persija, saya sebenarnya cukup kesulitan beradaptasi,” kata Rohit Chand, dikutip dari laman resmi Persija.

“Saya harus beradaptasi dengan tim baru dan style yang berbeda sehingga cukup sulit pada sebulan awal,” ujarnya menambahkan.

Perpindahan pemain timnas Nepal itu ke Persija tak sekadar menuntutnya untuk beradaptasi dengan pemain, pelatih, maupun gaya permainan tim.

Ia juga harus beradaptasi dengan kehidupan kota Jakarta dan dukungan luar biasa dari The Jakmania.

Besarnya dukungan dari suporter bukan saja menjadi berkah bagi para pemain, namun juga menjadi tantangan tersendiri untuk terus berupaya tampil maksimal.

Namun Rohit beruntung. Dalam kesulitan tersebut, pelatih Persija kala itu tak membiarkannya sendiri.

Pelatih Benny Dollo yang baru ditunjuk sebagai pelatih Persija pada Maret 2013 membantunya beradaptasi dengan berbagai saran.

Saran-saran dari Benny Dollo itu diakui Rohit Chand membuatnya lebih mudah beradaptasi dan menjelma menjadi salah satu pemain penting Persija.

“Beliau memberi banyak masukan, menjelaskan strategi dengan sederhana sehingga saya bisa mengikutinya dengan tepat dan baik,” ujar gelandang berusia 29 tahun itu.

“Perlahan-lahan saya akhirnya bisa beradaptasi dan settled dengan tim, dengan keluarga baru di Persija,” katanya.

Berita Terkait



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan