Kocak! Momen Pelanggaran Paling Konyol di Piala Dunia

  • Bagikan
PAE Olympiakos SFP


“Ini terjadi pada 1978 ketika junta militer Argentina dicurigai sengaja mengatur hasil turnamen.”

TOPNEWS.MY.ID – Pada Piala Dunia 1978, kiper Peru, Ramon Quiroga, atau yang dijuluki  El Loco (Si Gila), melakukan pelanggaran paling lucu dalam sejarah turnamen dan masih diingat orang hingga berpuluh-puluh tahun kemudian.

Di sepakbola Amerika Selatan, dibutuhkan tipe pesepakbola tertentu untuk mendapatkan julukan El Loco. Si Gila adalah julukan yang memiliki konotasi positif dan negatif secara bersamaan. 

Dalam arti negatif, julukan tersebut pernah diberikan kepada Martin Palermo. Itu karena striker legendaris Argentina tersebut yang gagal mengeksekusi tiga penalti dalam satu pertandingan. Lalu, dalam hal positif, julukan itu melekat pada Sebastian Abreu dari Uruguay.

Abreu dikenal sebagai pemain yang diberi kesempatan untuk membawa Uruguay ke semifinal Piala Dunia pertama dalam 40 tahun setelah masuk sebagai pemain pengganti. Saat itu, dia mengonversi tendangan penalti penentu bagi Uruguay dengan teknik panenka di perempat final Piala Dunia 2010. Benar-benar gila!

Biasanya, julukan-julukan tersebut lebih cocok diberikan pada pemain depan. Seorang pemain hanya perlu melakukan satu atau dua hal eksentrik di panggung besar yang melekat pada ciri khasnya agar mendapat julukan tertentu.

Tapi, itu berbeda cerita dengan kiper berjuluk El Loco yang satu ini. Ketika kita memilih seorang penjaga gawang yang terkenal dengan gayanya yang agresif dan tidak dapat diprediksi, pasti akan berekspektasi bahwa pemaintersebut akan melakukan beberapa penyelamatan dan intersepsi yang menghibur. Seperti yang ditunjukkan Quiroga saat melakukan 50 penyelamatan dalam enam pertandingan Piala Dunia 1978.

Dengan pemain-pemain legendaris seperti Teofilo Cubillas, Peru berhasil memuncaki fase grup pertama setelah mengalahkan Skotlandia dan Iran, serta menahan imbang Belanda. Mereka kemudian mencapai fase grup kedua dan harus berkumpul dengan tuan rumah Argentina, Brasil, serta Polandia.

Nah, predikat Si Gila diberika kepada Quiroga saat pertandingan melawan Polandia di Mendoza, 18 Juni 1978. Saat itu Peru sedang mengurung pertahanan Polandia di menit-menit akhir. Peru harus melakukan itu demi mengejar defisit satu gol setelah jala Quiroga dijebol Andrzej Szarmach pada menit 65.

Tentu saja salah satu cara terbaik adalah dengan membiarkan semua pemain Peru maju ke pertahanan Polandia untuk menyerang total. Ternyata, tanpa diduga, Quiroga juga ikut maju. bahkan, dia berada di lingkaran tengah lapangan selema beberapa menit ketika rekan-rekannya mengurung area penalti Polandia.

Taktik itu sudah pasti berisiko. Dan, ketika serangan gagal dan striker lawan berhasil membebaskan diri dari pengawalan, penjaga gawang ini tahu persis apa yang harus dia lakukan.

Saat itu, Grzegorz Lato berhasil melepaskan diri dan bersiap berlari sambil menyongsong bola yang baru saja mengecoh Quiroga. Itu terjadi di tengah lapangan sisi kiri penyerangan Polandia. Dalam situasi panik, Quiroga harus mengambil keputusan cepat. Sebab, jika bola sampai di kaki Lato, sebuah tendangan jarak jauh ke gawang kosong akan membuat Polandia memimpin 2-0.

Tapi, Quiroga benar-benar El Loco. Melihat ancaman bahaya datang, dia harus melakukan cara tercepat yang memungkinkan untuk menggagalkan serangan itu. Dia mengesampingkan risiko kartu yang akan didapatkan. Tanpa ragu, dia menerjang Lato di are pertahanan Polandia.

Oleh orang-orang di Peru dan media-media Amerika Selatan, aksi Quiroga diberi atribut “pelanggaran paling konyol” di Piala Dunia. 

Meski Quiroga harus berkorban dengan sebuah kartu kuning di menit 89, Peru tetap menelan kekalahan 0-1. Dengan skor 0-3 yang didapatkan pada laga pertama melawan Brasil, Los Incas sudah dipastikan tersingkir. Dan, di laga terakhir, Peru dibantai Argentina 0-6. Laga itu dicurigai tudak fair karena tuan rumah butuh kemenangan besar untuk lolos ke final dan menyingkirkan Brasil.

(diaz alvioriki/anda)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *