Di Mana Mereka Sekarang? Starting XI Terakhir Wolves Sebelum Fosun Datang

  • Bagikan
PAE Olympiakos SFP


“Beberapa nama sudah pergi ke tempat lain. Tapi, beberapa lainnya masih bertahan di klub.”

TOPNEWS.MY.ID – Wolverhampton Wanderers adalah salah satu klub dengan kualitas menengah di Liga Premier. Tapi, sejak Fosun International Group menguasai mayoritas saham pada 2016, banyak gebrakan dilakukan Wolves di kompetisi.

Era sebelum dan setelah 2016 bagaikan langit dan bumi. Dulu, mereka mendominasi papan tengah di Championship Division. Kemudian, promosi ke Liga Premier. Merangkak dari bawah, ke tengah, dan sesekali memberi kejutan untuk meramaikan persaingan di papan atas.

Saat ini, Wolves memiliki sederet pemain internasional yang kompetitif dan berstatus anggota tim nasional di berbagai negara. Beberapa bahkan berasal dari Portugal dan memiliki kualitas yang bagus, yang secara matematika bisa menantang tim-tim zona empat besar.

Karena itu, menarik untuk membahas siapa saja pemain-pemain Wolves sebelum kedatangan Fosun, khususnya starting line-up terakhir dalam pertandingan melawan Sheffield Wednesday. Mereka menang 2-1 dan sukses mengamankan tempat di posisi 14 Championship 2015/2016.

Berikut adalah starting XI Wolves sebelum pengambilalihan saham klub oleh Fosun International Group:

GK: Carl Ikeme

Ikeme adalah pahlawan Wolves. Tapi, sebuah fakta yang sangat menyayat hati adalah dia didiagnosis menderita leukemia akut pada Juli 2017. Dengan heroik, pria Nigeria itu sukses mengalahkan penyakitnya. Sebagai konsekuensinya, Ikeme terpaksa mengumumkan pengunduran diri dari sepakbola.

Sebagai penghargaan kepada Ikeme, kiper pengganti, Rui Patricio, memilih mengenakan nomor punggung 13. Jersey No.1 baru kembali dikenakan untuk musim depan saat Jose Sa datang menggantikan Patricio. Uniknya, dia meminta izin Ikeme dan sang mantan kiper mengizinkannya.

RB: Dominic Iorfa

Pernah dianggap sebagai prospek panas di Wolves. Iorfa kemudian pindah dengan status pinjaman ke Ipswich Town saat mereka promosi ke Liga Premier di bawah asuhan Nuno Espirito Santo. Bek tersebut kemudian bergabung dengan Sheffield Wednesday pada Januari 2019 dan sejak itu telah membuat 63 penampilan.

CB: Danny Batth

Dalam skenario yang mirip dengan Iorfa, Batth adalah favorit penggemar di Molineux sebagai pemain lokal dan juga sukses menjadi kapten. Tapi, bek tengah itu tidak lagi diperhitungkan di bawah Nuno sehingga ahirnya dipinjamkan ke Middlesbrough untuk paruh pertama musim 2018/2019.

Selanjutnya, dia bergabung dengan Stoke City dengan kontrak permanen pada Januari di musim yang sama. Dia masih di sana hingga sekarang.

CB: Kortney Hause

Prospek lain yang telah tampil menonjol untuk Wolves adalah House. Dia adalah pemain Inggris U-21. Hause pindah ke West Midlands pada 2019 setelah suksesnya promosi Aston Villa ke Liga Premier. Hingga sekarang dia masih menjadi pemain The Villans.

LB: Matt Doherty

Doherty beroperasi sebagai bek kiri pada hari itu melawan Sheffield Wednesday. Tapi, secara singkat dianggap sebagai salah satu bek sayap kanan menyerang terbaik di Liga Premier. Pemain Irlandia tersebut bergabung dengan Tottenham pada Agustus 2020 dan masih di sana hingga sekarang, meski hanya bermain 17 kali.

RW: Jed Wallace (Adam Le Fondre, 45)

Kemenangan atas Sheffield Wednesday adalah salah satu dari hanya 18 penampilan liga yang dibuat Wallace untuk Wolves sebelum akhirnya dipinjamkan ke Millwall. Dia tetap di London Selatan sampai hari ini.

Sementara Le Fondre pindah ke Bolton Wanderers sebelum pindah ke Australia untuk bermain di Sydney FC. Selanjutnya, dia pindah ke Mumbai City hingga sekarang.

MF: Conor Coady

Coady adalah satu-satunya pemain yang melanjutkan starting line-up Wolves sampai hari ini. Mantan pemain Liverpool tersebut telah terbukti sebagai bermain dengan sangat baik di posisi tengah. Hebatnya, dia sekarang menjadi kapten tim.

“Dia telah menetap di Wolves dan dia memiliki struktur itu di belakangnya sekarang. Mereka tahu persis apa yang dia lakukan dan apa yang dia bawa ke tim. Dia adalah seorang kapten dan seorang pemimpin. Dia adalah pembicara tim. Dia selalu menjadi kapten di setiap kelompok umur dan Inggris sama,” kata mantan rekannya di Wolves, Jack Robinson.

MF: Jack Priece

Jack Price adalah produk akademi. Dia tampil secara sporadis di paruh pertama musim promosi Wolves sebelum berangkat ke MLS membela Colorado Rapids. Price mencatat 10 assist set-piece di musim 2019. Itu terbanyak sejak David Beckham menghiasi MLS. Dan, dia dinobatkan sebagai MVP Colorado untuk musim 2021.

LW: George Saville

Seville adalah produk Chelsea yang tidak pernah bermain di tim utama. Kemudian, Seville menghabiskan tiga musim di Wolves dan menjadi pencetak gol dalam pertandingan melawan Sheffield Wednesday. Seville kemudian dijual ke Millwall.

Tapi, detelah hanya satu musim di The Den, gelandang tersebut mendapatkan transfer senilai 8 juta pounds (Rp159 miliar) ke Middlesbrough. Saville bermain 118 kali untuk klub selama tiga musim, sebelum ahirnya kembali ke Millwall pada 2021.

FW: James Henry

Setelah membantu Wolves memenangkan promosi dari League One, Henry menjadi pemain reguler selama dua musim di Championship. Tapi, kembali ke kasta ketiga dengan transfer ke Oxford United. Henry tetap di klub itu hingga hari ini. Dia membuat 40 penampilan selama musim 2020/2021.

FW: Joe Mason (David Edwards, 76)

Tidak adil rasanya jika mengatakan bahwa performa Wolves telah menurun drastis setelah kehilangan banyak pemain bintang. Buktinya masih ada nama pemain selevel Henry dan Mason yang sukses mengumpulkan 25 gol dalam 146 penampilan untuk klub.

Namun, kariernya terhenti di Wolves saat dipinjamkan ke Burton Albion, Colorado Rapids, dan Portsmouth. Dia dibebaskan dari kontraknya pada Januari 2019 dan menjalani dua musim setengah sukses di MK Dons. Mason sekarang bermain di Kanada untuk Cavalry FC setelah pindah pada Mei 2021.

(muhammad alkautsar/anda)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan