Sebut Corona Hanya Muncul di RS, Jemaah: Kematian Itu Tidak Ada di Masjid

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah jemaah masjid menyebut bahwa Corona hanya muncul di rumah sakit (RS) dan kematian akibat virus tersebut tidak pernah ada di masjid, viral di media sosial.

Video jemaah menyebut kematian akibat Corona hanya muncul di RS itu viral usai diunggah pengguna Twitter Ana_khoz dan ikut dibagikan Mantan Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean, seperti dilihat pada Kamis 22 Juli 2021.

Dalam narasi cuitannya, netizen itu menyenggol aparat Kepolisian terkait video jemaah masjid menyinggung soal virus Corona tersebut.


Baca Juga: Sempat Sukses Atasi Corona, Empat Negara Ini Kembali Diamuk Covid!

“Pak polisi ada yang mau borong materai,” cuit netizen Ana_khoz.

Dilihat dari video itu, tampak seorang pria perwakilan jemaah tersebut meminta kepada umat Islam agar jangan pernah mau dilarang pemerintah untuk salat di masjid.


Baca Juga: Tambah 49.509 per Kamis 22 Juli 2021, Kasus Corona Indonesia…

“Saya berharap kepada umat Islam semua jangan pernah mau anda semua dilarang untuk salat (di masjid), salat Jumat, salat Id,” ujar perwakilan jemah masjid itu.

Ia pun meminta kepada umat Islam agar tak takut dengan kematian lantaran hal itu menurutnya sudah merupakan kepastian yang tidak dapar diundur ataupun dimajukan.

“Mengapa harus takut dengan kematian? Kematian itu tidak bisa diundur atau dimajukan, kematian itu adalah kepastian,” tuturnya.


Baca Juga: Obat Covid Dijual Mahal Rp 10 Juta, Lima Penimbun Ditangkap…

Selain itu, jemaah pria tersebut menekankan bahwa kematian akibat virus Corona hanya muncul di RS dan tidak pernah terjadi di masjid.

“Kematian itu bukan ada di Masjid. Corona hanya muncul dan ada di rumah sakit. Corona tidak ada di masjid, tidak pernah ada orang meninggal corona di masjid,” tegasnya.

Selanjutnya, jemaah pria itu mengaku siap dipenjara lantaran pengakuannya soal kematian Corona hanya ada di RS tersebut. Ia pun juga siap dihukum akibat melanggar aturan PPKM yakni salat berjemaah di masjid.

“Kalaupun saya salat (di masjid) harus dipenjara, saya yang jadi tumbalnya untuk dipenjara, karena saya melanggar PPKM. Saya tidak mau dilarang hanya karena aturan-aturan yang tidak jelas,” ujarnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan