Kenali Virus Monkey B yang Tewaskan Dokter Hewan di China

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID, Jakarta – Kenali virus Monkey B yang tewaskan dokter hewan di China. Belum lama ini menyeruak kabar terkait seorang dokter hewan di China meninggal lantaran terinfeksi virus Monkey B. Sebelum meninggal, ia sempat mengalami muntah-muntah. Sebenarnya penyakit apa itu? Samakah dengan cacar monyet atau Monkeypox?

Kendati sama-sama menggunakan kata ‘monyet’, dua penyakit ini berbeda jenis dan penyebabnya. Lain dari cacar monyet yang disebabkan virus variola penyebab cacar air, virus monyet B adalah bentuk virus herpes B.

Dokter penyakit menular dan profesor penyakit dalam di Northeast Ohio Medical University, dr Cennimo menegaskan, monyet bukanlah inang dari penyakit ini melainkan hewan pengerat. Namun, memang infeksi virus Monkey B umumnya disebabkan kera.


Baca Juga: Waduh! Kasus Pertama Virus Monkey B pada Manusia di China…

“Cacar monyet dan herpes B adalah dua virus yang sangat berbeda,” ungkap ahli penyakit menular Amesh A Adalja, sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins di Maryland, dikutip dari Health, Rabu 21 Juli 2021.

Seperti dilansir dari detikcom, Kamis 22 Juli 2021, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) membenarkan, virus Monkey B pada manusia biasanya disebabkan kera. Pada simpanse dan monyet capuchin, infeksi virus Monkey B juga bisa menyebabkan kematian.

Lantas, apa saja gejalanya? Pada kasus infeksi yang parah, virus Monkey B memang bisa menyebabkan kematian pada manusia. Namun, hingga saat ini, dokter menyebut penyakit ini tidak perlu dikhawatirkan kendati sejumlah gejalanya mirip Covid-19 yang kini masih merebak.

“Saya pikir, orang tidak harus khawatir tentang virus ini,” papar kata dr Cennimo.

Menurut CDC, gejala infeksi virus Monkey B memang mirip dengan Covid-19, seperti demam dan kedinginan, nyeri otot, kelelahan, dan sakit kepala.

Pada kasus infeksi berlanjut, pasien mungkin mengalami kulit melepuh di area tubuh yang pernah kontak dengan monyet, dengan gejala-gejala lain berupa sesak napas, mual dan muntah, sakit perut, dan cegukan.

Pada kasus lebih parah, virus yang menyebar dapat menyebabkan pembengkakan otak dan sumsum tulang belakang dengan gejala nyeri, mati rasa, dan gatal-gatal di area infeksi, masalah koordinasi otot, serta kerusakan otak dan kerusakan parah sistem saraf.

Jika infeksi tergolong parah, biasanya terhitung waktu satu hari hingga tiga minggu untuk pasien virus Monkey B meninggal dunia sejak terpapar. Mengingat, menurut CDC, dari 50 kasus orang yang terinfeksi virus monyet B, sebanyak 21 orang di antaranya meninggal.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan