Kasus Kremasi Rp 80 Juta, Polisi Periksa Pemilik Yayasan Duka Abadi

  • Bagikan
alexametrics


TOPNEWS.MY.ID – Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat tengah menyelidiki kabar munculnya kartel kremasi. Penyidik sendiri kemarin (21/7) telah memanggil pemilik Yayasan Rumah Duka Abadi untuk dimintai keterangan.

“Kita baru undang klarifikasi pemilik yayasan,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo kepada wartawan, Kamis (22/7).

Diketahui beberapa hari ini Yayasan Rumah Duka Abadi tengah disorot setelah kwitansi pembayaran kremasi atas namanya viral. Dalam kwitansi itu, jumlah pembayaran kremasi mencapai Rp 80 juta.

Kendati demikian, Ady belum merinci terkait hasil pemeriksaan kepada pemilik Yayasan Rumah Duka Abadi. “Masih kita dalami atau lidik,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Sekjen DPP PSI Danik Eka Rahmaningtiyas mendapat laporan bahwa untuk kremasi di Jabodetabek, misalnya, biaya sudah mencapai Rp 45 juta sampai Rp 55 juta. Bahkan ada yang minta Rp 80 juta. “Padahahal, dua-tiga bulan lalu, paket kremasi hanya sekitar Rp 10 juta. Kami paham soal hukum permintaan dan penawaran,” jelasnya.

’’Tapi, selayaknya ada intervensi pemerintah agar harga tidak naik gila-gilaan,” kata Danik dalam keterangan tertulisnya.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Sabik Aji Taufan



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan