4 Program Kerja Presiden Arema FC Menyesuaikan PPKM Darurat | Bolaindo

  • Bagikan



Program kerja presiden anyar Arema FC, Gilang Widya Pramana, mengalami penyesuaian terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Gilang Widya Pramana sudah memiliki serangkaian program untuk memajukan Singo Edan, julukan Arema FC.

Program pertama yang menyesuaikan adalah pembangunan training ground khusus tim.

Saat ini, presiden berjuluk Crazy Rich Malang tersebut sudah meluncurkan tim untuk melakukan survei ke tempat-tempat strategis yang menjadi training ground.

Namun, PPKM Darurat ini ikut memengaruhi mobilitas tim sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama.

“Terus terang saat ini kami sedang mencari lokasi. Itu saya kejar karena itu yang terbaik, karena kebutuhan training ground itu kisaran 10 hektare. Jadi, memang lagi kita cari,” tutur Gilang Widya Pramana.

“Insya Allah dalam waktu satu dua bulan ini dapat lokasinya langsung kita bangun,” ujarnya.

Program kedua yang dipastikan mundur adalah peluncuran bus baru untuk Dendi Santoso dan kawan-kawan.

Peluncuran armada baru tim yang digadang punya fasilitas kelas satu tersebut seharusnya dilaksanakan pada bulan Juli ini.

Untuk saat ini, Gilang Widya Pramana meminta bersabar sambil memamerkan tampilan bus sudah siap diperkenalkan di akun Instagram pribadinya.

“Mungkin setelah PPKM akan kita kenalkan, mungkin sekalian dengan launching jersey, jadi bisa digabung,” katanya.

Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana memperkenalkan pemain rekrutan baru untuk Liga 1 2021, Diego Michiels, Rabu (16/06/2021) malam.

Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana memperkenalkan pemain rekrutan baru untuk Liga 1 2021, Diego Michiels, Rabu (16/06/2021) malam.(Istimewa)

Program ketiga ialah berencana hadir langsung ke latihan tim untuk mengobservasi kebutuhan latihan tim, khususnya masalah sarana-prasarana yang digunakan untuk menunjang latihan.

Namun, rencana tersebut juga urung dilakukan karena tim sedang menurunkan intensitas latihan karena PPKM Darurat.

“Saya akan datang ke sana melihat latihan seperti apa, yang dibutuhkan apa. Saya baru beli beberapa alat untuk dipakai latihan, kalau sudah datang akan saya informasikan setelah PPKM,” ucap pebisnis sukses di bidang otobus dan kosmetik tersebut.

PPKM Darurat juga memengaruhi program keempatnya, yaitu untuk mendatangkan pelatih fisik.

Sebab, tim menjadi tidak memiliki tolok ukur untuk memperkirakan urgensi kehadiran pelatih fisik dalam tim.

Namun, Gilang Widya Pramana mengatakan siap memfasilitasi jika memang kebutuhan pelatih dirasa mendesak.

“Kalau memang tidak ada pelatih fisik asing, pelatih fisik lokal kalau bagus akan kami rekrut,” katanya.

Berita Terkait



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *