Pemerintah Tidak Fokus Selamatkan Ekonomi Rakyat Malah Memilih Menyelamatkan Bank

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID  Saat ini, fokus pemerintah untuk hadapi Covid-19 ini memberikan prioritas kedua hal, yaitu Penanganan Covid (PC) dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

Dimana penanganan Covid meliputi pencegahan penyebaran virus, vaksinisasi dan penanganan medis bagi pasien. Sedangkan pemulihan ekonomi meliputi aktifitas pemberian insentif bisnis juga bantuan korporasi maupun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). 

Melihat hal tersebut, Suroto selaku ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) menyampaikan ada beberapa permasalahan meliputi kedua hal tersebut.

“Yang pertama soal pemulihan ekonomi sepertinya pemerintah masih belum berikan prioritas masyarakat kecil terutama kelompok UMKM yang sebetulnya sangat strategis untuk selamatkan ekonomi. Pemerintah tinggal laksanakan kebijakan transfer tunai ke masyarakat untuk perbaiki demand side ekonomi kita yang terpuruk karena daya beli masyarakat turun drastis,” tegasnya kepada TOPNEWS.MY.ID, Rabu (21/7/2021).

Dimana, lanjut Suroto, kebijakan transfer tunai ke masyarakat langsung ini selain akan mencegah mobilisasi masyarakat yang memperparah penyebaran virus juga akan memberikan dampak efek pengganda bagi ekonomi masyarakat terutama kelompok rentan.

Transfer tunai langsung ke masyarakat akan perbaiki daya beli, dan hidupkan ekonomi rumah tangga.

Tak hanya itu saja, Bantuan Transfer Tunai juga akan menjadikan masyarakat lebih tenang dalam hadapi masa PPKM karena kebutuhan dasar ekonomi mereka akan terpenuhi. Tidak seperti saat ini yang dimana mana justru timbulkan gejolak sosial. 

“Pemerintah selama ini juga sebetulnya tidak serius untuk selamatkan ekonomi rakyat. Sebut misalnya untuk alokasi bantuan bagi UMKM tahun anggaran 2020 adalah sebesar Rp124 Triliun. Tapi ternyata ini bukan untuk ekonomi masyarakat banyak melainkan selamatkan likuiditas bank dalam bentuk Modal Penyertaan dan Dana Penempatan Pemerintah,” ucapnya kembali. 

Kelompok masyarakat sasaran penting usaha mikro ternyata harus gigit jari, sebab realisasi kredit untuk usaha mikro yang jumlahnya meliputi 63 juta pelaku usaha atau 98,9 persen dari jumlah pelaku usaha kita itu hanya 3 persen dari total rasio kredit perbankkan.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan