Pastikan ASUH, Temanggung Kerahkan 150 Orang Pemantau Penyembelihan

  • Bagikan


 

TEMANGGUNG – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung menyatakan penyembelihan hewan kurban tahun ini lebih sesuai dengan kriteria ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal. Untuk memenuhi kriteria ASUH tersebut, DKPPP setidaknya menyebar 150 orang pemantau penyembelihan, ke seluruh tempat pemotongan hewan kurban se-Kabupaten Temanggung.

“DKPPP mengerahkan sekitar 150 orang tim pemantau, di antaranya 120 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), ditambah dokter hewan dan juga sejumlah pegawai DKPPP, guna memastikan daging sembelihan aman, sehat, utuh dan halal (ASUH),” kata Kepala DKPP Temanggung, Joko Budi Nuryanto, ditemui saat pemantuan penyembelihan hewan kurban di Kelurahan Kowangan, Rabu (21/7/2021).

Ditambahkan, berdasarkan data yang masuk, sampai Rabu (21/7/2021) ada 182 ekor sapi, 1.678 ekor domba, dan 20 kambing, yang akan dan sudah dipotong mulai Selasa (20/7/2021) hingga Jumat (23/7/2021) mendatang. Namun jumlah tersebut memungkinkan terus bertambah.

“Alhamdulillah, meskipun di masa PPKM, penyembelihan berjalan lancar, hewan juga banyak yang sehat, secara stok juga tersedia cukup banyak,” ujarnya.

Meski demikian, imbuh Joko, ada beberapa catatan yang harus diperhatikan dalam penyembelihan hewan kurban, khususnya di sisi kesrawan (kesejahteraan hewan) atau perikehewanan, maupun penanganan limbah.

“Di sisi kesrawan, kami harap hewan jangan dipotong dulu saat masih bergerak. Sementara terkait limbah, beberapa titik belum memiliki tempat khusus untuk penyembelihan. Dikhawatirkan, darah itu bisa menjadi media yang luar biasa untuk bakteri,“ terangnya.

Sementara itu, untuk temuan penyakit, berdasarkan pemantauannya memang tidak banyak ditemukan. Pihaknya baru menemukan cacing pada enam ekor sapi, pneumonia satu kasus, dan hepatitis satu kasus.

“Kami bisa pastikan untuk kualitas daging tahun ini lebih ASUH dibanding tahun lalu,” tegas Joko.

Sedangkan terkait protokol kesehatan (prokes) saat penyembelihan, DKPPP memastikan, jika penerapan prokes cukup bagus. Petugas sudah menerapkan wajib masker, dan kerumunan sudah banyak berkurang.

”Namun memang penyembelihan, khususnya sapi, tidak bisa satu orang, butuh dua sampai tiga orang. Sehingga kami masih mengingatkan saat di lapangan untuk taat prokes,” pungkasnya.

Penulis : MC.TMG/dn;ekp

Editor : Ul, Diskominfo Jateng



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *