Ini Jenis Masker yang Dianjurkan dalam PPKM Level 4 yang Berlaku di Jawa-Bali

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID, Jakarta – Ini jenis masker yang dianjurkan dalam PPKM Level 4 yang berlaku di Jawa-Bali. Penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dari pemeritah diperpanjang hingga 25 Juli 2021. Pemerintah yang lantas mengganti nama aturan menjadi PPKM Level 4 untuk Jawa-Bali juga mengatur jenis masker yang sebaiknya dipakai.

Dalam PPKM Level 4, warga diimbau untuk memakai masker bedah sekali pakai guna mendapatkan perlindungan lebih baik. Pasalnya, efektivitas masker kain dinilai lebih rendah ketimbang masker bedah.

Sementara itu, masker yang dinilai memberikan perlindungan yang lebih tinggi adalah masker N95. Kenati demikian, untuk mendapatkan proteksi maksimal bisa menggunakan masker dobel, di lapisan pertama menggunakan masker bedah sekali pakai, lalu ditambahkan masker kain di bagian luar.


Baca Juga: Pemerintah Tambah Anggaran Perlindungan Sosial, Jokowi: Ringankan Masyarakat!

“Saat ini penggunaan masker sebanyak dua lapis merupakan pilihan yang baik,” demikian aturan PPKM Level 4 berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 22 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali.

Tidak hanya itu, penggunaan masker sebaiknya rutin diganti setelah dipakai lebih dari empat jam. Berikut poin-poin aturan lengkap terkait penggunaan masker di masa PPKM Level 4.


Baca Juga: Akses Keluar-Masuk Ditutup, Gubernur akan Lockdown Papua Sebulan Mulai 1…

Aturan Masker

1). Jenis masker yang lebih baik akan lebih melindungi (sebagai contoh masker beda sekali pakai lebih baik dari masker kain, dan masker N95 lebih baik dari masker bedah).

2). Saat ini penggunaan masker sebanyak 2 (dua) lapis merupakan pilihan yang baik.


Baca Juga: Pantau Harga Swab Mandiri, Luhut: Jangan Nyawa Orang Kita Bikin…

3). Masker sebaiknya perlu diganti setelah digunakan lebih dari empat jam.

Covid-19 Paling Menular dalam Kondisi Berikut:

1). Covid-19 paling menular pada kondisi tertutup.

2). Pertemuan-pertemuan panjang lebih dari 15 menit.

3). Interaksi jarak dekat.

4). Keramaian

5). Aktivitas dengan bernapas kuat misalnya bernyanyi, berbicara dan tertawa dan tidak memakai masker seperti pada saat makan bersama.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *