Diresmikan jadi Pemain Madrid, Alaba Warisi Jersey Ramos

  • Bagikan
PAE Olympiakos SFP


“Tugas berat menanti David Alaba, bisakah ia menjawab semua tantangan?”

TOPNEWS.MY.ID – Usai ditinggal pergi Sergio Ramos, Real Madrid mulai mencari pengganti yang sepadan untuk bek veteran sekaligus kapten Los Blancos itu. Sebetulnya Real Madrid sudah sejak lama bersiap, dengan menambah personil lini belakang. Namun baru pada musim panas ini mereka berhasil merekrut pemain belakang dengan reputasi mentereng.

Spekulasi mengenai siapa pemain tersebut akhirnya terjawab juga. Setelah menyatakan ketertarikan sejak lama, David Alaba resmi mendarat di Santiago Bernabeu.

Anda mungkin telah mendengar pembicaraan positif tentang pesepakbola asal Austria ini. Nama Alaba memang cukup disegani, terutama karena keberhasilannya selama berseragam Bayern Munich.

Kemampuannya tak perlu diragukan lagi. Alaba  bisa bermain sebagai kiri dan bek tengah atau juga bisa ditempatkan sebagai gelandang tengah. Alaba menemukan posisi terakhir itu tujuh tahun lalu ketika Pep Guardiola berada di klub dan Alaba bersyukur karena, berkat visi mantan pelatihnya itu, ia bisa belajar bagaimana melakukan segalanya dengan sama baiknya.

Dari menekan lawan hingga membangun permainan hingga bergabung dalam serangan sebagai opsi kejutan, memanfaatkan kekuatan, Alaba sangat lihai mengolah keterampilan bolanya yang hebat.

Ini adalah salah satu alasan utama mengapa Alaba , secara teori, dapat dianggap sebagai penandatanganan yang luar biasa. 

Real Madrid amat beruntung bisa mendatangkannya, sebab Alaba diinginkan oleh berbagai klub top Eropa karena ia bisa melakukan banyak hal dan ia bisa melakukannya dengan baik. 

Alaba menghabiskan 11 musim di Bayern Munichd an memainkan 487 pertandingan, memenangkan dua gelar Liga Champions, 11 gelar Bundesliga dan enam DFB-Pokal. 

Ia memulai debutnya di Jerman pada usia 17 dan, pada 25 April 2012, pada usia 19 tahun, ia mengambil dan mengonversi tendangan penalti pertama dalam adu penalti epik di Estadio Santiago Bernabeu dalam semi final Liga Champions.

Impian Real Madrid di Eropa berakhir ketika Sergio Ramos gagal mengeksekusi penalti. Dan bukan kebetulan, kini, sembilan tahun kemudian, Alaba datang menggantikan Ramos .

Jadi, kita tahu bahwa Alaba serba guna dan berpengalaman. Mereka yang mengikuti sepak bola Jerman secara intens mendefinisikannya sebagai sosok yang kuat, dinamis, cepat dan bertenaga, dengan cara bermain fisik dan sentuhan yang hebat juga. Alaba memiliki apa yang diperlukan Real Madrid, dan itu jelas. 

Alaba datang ke Real Madrid dengan misi rumit ; menggantikan bek tengah terbaik klub. 
Tapi kabarnya, bukan cuma kemampuan olah bola. Alaba juga memiliki jiwa kepemimpinan seperti halnya Ramos.

Di Munich, mereka menyatakan bahwa Alaba memiliki kepribadian pemimpin. Seperti  “Beckenbauer hitam”. 

Begitulah sosok berwibawa Karl-Heinz Rummenigge menggambarkan Alaba, “Dia adalah pemain pertama sejak Beckenbauer yang mengambil alih seluruh tim dari pertahanan tengah, mengembangkan karakter yang sama, dan kami membutuhkan bos lini belakang, seseorang yang bisa mengatur nada seperti yang dilakukan David Alaba ,” tambah Rummenigge.

Kini, bersama klub barunya tantangan Alaba makin nyata terpampang. Bisakah Alaba mempertegas kemampuannya?

(gigih imanadi darma/gie)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan