Buntut Perayaan Skuad Italia, FIGC Harus Tanggung Jawab

  • Bagikan
Celtic


“Otoritas di Roma sempat tak mengizinkan adanya parade.”

TOPNEWS.MY.ID – Kontroversi perayaan kemenangan Italia menjadi juara Euro 2020 berlanjut, apalagi setelah otoritas lokal di Roma menyalahkan Presiden FIGC, Gabriele Gravina, atas peningkatan kasus Covid-19 di Negeri Pizza.

Turnamen berakhir di London di Stadion Wembley 10 hari yang lalu, dan Italia asuhan Roberto Mancini mengalahkan Inggris melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di pertandingan normal.

Tim terbang kembali dengan piala dan berhasil mengatur perjalanan bus terbuka melalui jalan-jalan kota, yang membuat jengkel pihak berwenang setempat. Padahal, mereka bersikeras tidak memberikan izin untuk parade ini di tengah masalah keamanan.

Kontroversi itu berlarut-larut dengan komentar dari penilai kesehatan di Lazio Region, Alessio D’Amato.

“Kami membayar harga untuk apa yang disebut ‘Efek Gravina’, tetapi untungnya tanpa komplikasi di rumah sakit,” kata D’Amato setelah 681 kasus baru di wilayah tersebut selama 24 jam terakhir, dan satu kematian.

“Kami pasti akan melihat lebih banyak kasus sebagai akibat dari hilangnya fokus seputar perayaan Kejuaraan Eropa, dan tren itu akan berlanjut selama beberapa hari lagi,” tuturnya.

“Sebagian besar kasus positif baru adalah anak muda yang belum divaksinasi, sehingga sekali lagi menunjukkan pentingnya vaksinasi,” tambahnya.

Menyebutnya sebagai ‘Efek Gravina’ menyalahkan Presiden Federasi Sepakbola Italia atas lonjakan kasus virus Corona.

Sulit untuk melihat bagaimana bus atap terbuka dapat menjadi penyebab lonjakan kasus daripada perayaan liar di jalan-jalan pada malam final Euro 2020.

(yuli ardianto/yul)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *