Asisten Pelatih Sriwijaya FC Belum Mau Gantung Sepatu, Siap Turun Lapangan Selagi Dibutuhkan | Bolaindo

  • Bagikan



Asisten Pelatih Sriwijaya FC, Ambrizal membantah jika dirinya seratus persen menggantungkan sepatu dari profesinya sebagai pemain sepakbola profesional.

Meskipun saat ini ia juga merangkap sebagai Asisten Pelatih.

“Sekarang dibilang menggantungkan sepatu, bukanlah. Karena kita masih dibutuhkan di tim. Aku sebagai pemain tetap profesional. Begitu juga aku sebagai asisten pelatih juga tetap profesional,” ungkap Ambrizal kepada Sripoku.com, saat diwawancarai.

Ambrizal yang di musim lalu menyandang ban kapten tim sekaligus juga stopper andalan nomor punggung 19 ini mengatakan selagi dibutuhkan tim, dirinya tetap konsekuen menjalani dua posisi tersebut di Tim berjuluk Laskar Wong Kito ini.

“Jadi kegiatan apa yang dilakukan pemain, aku tetap melakukannya juga. Selagi aku dibutuhkan aku siap turun,” jelasnya.

Ambrizal yang akrab disapa Ajo mengaku selama libur tim jelang lebaran Idul Adha (14-26 Juli 2021) dirinya pun melaksanakan program libur aktif dengan latihan mandiri di rumahnya, Pekanbaru Riau.

“Ya pasti (latihan) saya di rumah, pasti melakukan program apa yang dikasih pelatih, saya lakukan juga di rumah. Masih sering begitu,” kata pemain paling senior di klub SFC saat ini.

Meski usianya sudah 40 tahun, pria kelahiran Kabupaten Kuantan Singingi Riau, 1 Februari 1981 ini mengaku siap membuktikan dirinya masih mampu menjadi pemain yang bisa diandalkan di laga pertandingan.

“Sekarang sudah usia 40 tahun. Ya sekarang dibilang main kadang orang gak percaya ya. Kita kan membuktikan aja di lapangan. Karena pemain sudah lengkap semua, kita fokus di asisten pelatih,” kata Ambrizal yang hobi juga dengan olahraga adventure offroad

Bapak dua anak ini juga berbagi tips dirinya masih tetap fit menjaga stamina di usianya yang tidak muda lagi.

“Kalau dibilang mengkonsumsi makanan khusus, gak juga. Karena semua yang ada saya makan. Tapi barangkali saya tidak boros nafsu lah. Makan secukupnya. Kalau soal merokok, saya dari dulu memang gak merokok,” jelas Ambrizal.

Ia juga mengaku dari dulu sebisanya fokus free latihan setelah pulang ke Mess Sriwijaya FC.

Yang dilakukan beristirahat, tidur.

“Gak ada lagi main sepulang latihan. Untuk masyarakat Sumsel yang hobi bola, berolahraga, tetaplah beraktivitas olahraganya. Kita harus bergerak karena tubuh ini butuh kebugaran, rileks. Jadi kita butuh berkeringat untuk jaga imun yang kuat,” pungkasnya.

Karir Ambrizal sebagai pemain sepakbola profesional dimulai PSPS Pekanbaru 2004-2005, Semen Padang 2006, SFC 2007-2010, Persija Jakarta 2010-2012 Persija Jakarta dan PSPS Pekanbaru 2012-2013.

Sempat juga di Gersik United setengah musim 2013, Persebaya Surabaya 2013-2014, kembali ke Persija Jakarta 2015.

Kompetisi berhenti setahun ia pun ikut rehat.

Ambrizal kembali ke Gersik setengah musim 2016, Barito 2016-2017, baru di 2018 memperkuat Bhayangkara FC.

Kontrak masih di Bhayangkara FC, ia dipinjamkan ke Kalteng Putra.

Barulah 2019 kembali bergabung Tim SFC Liga 2.

Ambrizal mengaku Sriwijaya FC punya arti tersendiri merasakan kesuksesan karirnya di bawah asuhan RD (pelatih Rahmad Darmawan) langsung juara double winner.

Berita Terkait



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan