7 Kesalahan Seputar Hubungan Intim bersama Pasangan yang Bisa Berakibat Fatal

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID – Merasa bosan dengan rutinitas seks yang itu-itu saja? Barangkali Anda dan pasangan perlu mencoba hal-hal baru.

Tapi jangan sampai ide tersebut meleset dan malah membuat hubungan intim semakin tak menyenangkan. Karena hasil yang tak sesuai rencana  tanpa disadari dapat membawa pengaruh buruk pada kualitas hubungan intim. Laman crunchbase.com merinci 7 kesalahan yang tak disadari dalam berhubungan intim.

Periksa baik-baik, jangan-jangan 7 kesalahan berikut juga terjadi dalam hal hubungan intim Anda bersama pasangan.

1. Takut atau malu mencoba hal baru

Ingin mencoba sesuatu yang baru tapi malu mengungkapkannya pada pasangan? Jangan takut untuk mengungkapkan fantasi Anda, karena percayalah, pasangan juga menginginkan hal yang sama, kok. Sayangnya, pasangan sama-sama malu seperti Anda. Kalau dua-duanya malu, bagaimana bisa mulai?

2. Memaksa pasangan untuk berhubungan intim

Jika pasangan sedang lelah atau tidak mood berhubungan intim, Anda tak akan berhasil memaksanya untuk bergumul panas di ranjang.

Di sisi lain, jika gairah mulai menanjak, tubuh melepas adrenalin menuju aliran darah. Zat inilah yang membuat seseorang berenergi, selelah apapun.

Untuk mengaktifkan zat adrenalin dalam tubuh pasangan, beri kejutan pada si dia di saat tak terduga. Beri dia handjob atau blowjob di pagi hari, saat Mr.P masih dalam kondisi “turn on”. Di saat-saat inilah hormon testosteron berada di level tertinggi.

Untuk hasil lebih maksimal, gunakan pakaian yang paling seksi, atau jangan pakai apa-apa sama sekali.

3. Melewatkan foreplay

Main course memang lebih menggoda dari appetizer, begitu pula dalam urusan seks. Tapi tahukah Anda, foreplay berguna untuk membuat orgasme lebih intens. Memperlama waktu untuk berciuman, membelai, dan memanjakan, dapat membuat hubungan intim lebih memuaskan.

Jadi, jangan buru-buru, nikmati quality time sebaik mungkin.

4. Menggunakan sex toys atau video porno

Tak sedikit pasangan yang menggunakan sex toys atau video porno untuk membangkitkan gairah dan membuat hubungan intim tak membosankan.

Sayangnya, tak banyak yang mengetahui bahayanya hal ini bagi kelangsungan hubungan intim. Anda tak ingin pasangan lebih semangat nonton video daripada menjamah Anda kan? Begitu juga dengan si dia yang tak ingin melihat Anda lebih menikmati gerakan sex toys dalam Miss V Anda ketimbang “jagoan”-nya.

5. Penetrasi = orgasme

Pria cenderung merasa tak jantan jika tak mampu memuaskan wanita lewat intercourse. Tapi banyak pria yang tak tahu, wanita tak bisa orgasme hanya lewat penetrasi saja. Padahal, wanita lebih cepat orgasme jika dirangsang area klitorisnya. Ini kesempatan besar bagi Anda yang mendambakan oral seks dari si dia. Bilang saja, “Kalau nggak di-oral, nanti aku nggak puas, lho”.

6. Orgasme bersamaan

Daripada memaksakan diri untuk orgasme di saat yang sama dengan si dia, minta si dia untuk menahan ejakulasi dan mendahulukan orgasme Anda dulu. Saat Anda merasa segera orgasme, katakan pada pasangan, agar si dia segera bersiap-siap.

Wanita lebih sulit orgasme daripada pria. Begitu pula saat diminta untuk menahan semburan nafsunya. Pria dapat mengendalikan waktu ejakulasi, sedangkan bagi wanita sulitnya minta ampun.

7. Satu, dua, tiga, buka!

Oke, ada beberapa tahapan yang biasa Anda lakukan saat berhubungan intim bersama pasangan. Anda dan pasangan akan membuka pakaian, naik ke tempat tidur, pasangan menyusul, dia mencium Anda, membelai Anda seadanya, lalu Anda tahu sendiri bagaimana akhirnya.

Menggunakan langkah-langkah rutin seperti ini rasanya membosankan. Cobalah luangkan waktu lebih lama untuk memecah tahapan-tahapan monoton ini.

Sisipkan sedikit variasi seperti memutar musik romantis dan buka pakaiannya sambil berdansa pelan, dapat menambah suasana baru dalam hubungan romansa. Jangan sampai tahapan 1, 2, 3 itu membuat kegiatan yang semestinya menyenangkan malah seperti formalitas semata.

KOMENTAR

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi TOPNEWS.MY.ID. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *