Sejarah Kelam Masa Kecil Terungkap, Musisi Jepang Mundur dari Olimpiade Tokyo

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID, Jakarta – Musisi Jepang Cornelius menyatakan mundur sebagai komposer upacara pembukaan Olimpiade Tokyo. Pengunduran diri karena kisah masa kecilnya yang kerap menggertak teman-teman terungkap.

Cornelius yang bernama asli Keigo Oyamada meminta maaf karena telah melecehkan teman sekelasnya. Salah satu korban adalah penyandang disabilitas.

Penyelenggara Olimpiade Tokyo awalnya mengatakan mereka berharap Cornelius akan bertahan. Namun dia menyebutkan kisahnya mengintimidasi teman-teman kecil tak bisa diterima.

Pengunduran diri Cornelius membuat para pejabat sakit kepala. Terutama karena meningkatnya kasus COVID-19 di TOPNEWS.MY.ID para atlet.

Cornelius yang berusia 52 tahun, mengundurkan diri hanya beberapa hari dari upacara Jumat setelah wawancaranya dengan majalah dari tahun 1990-an muncul kembali. Majalah tersebut membahas sejarah pelecehan teman sekelasnya, termasuk beberapa penyandang cacat.

Cornelius telah meminta maaf secara online pekan lalu. Namun dia tetap memutuskan mundur pada Senin, 19 Juli 2021, menyusul kritik publik dan seruan agar dia mengundurkan diri dari Olimpiade.

Dalam sebuah pernyataan di situsnya, Cornelius mengatakan dia merasa sangat menyesal dan bertanggung jawab. “Saya menawarkan permintaan maaf saya yang tulus,” katanya.

“Di masa sekolah saya dan pada saat wawancara (majalah), saya adalah pria yang sangat tidak dewasa yang tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan korban.”

Cornelius mengatakan perannya dalam Olimpiade dan Paralimpiade kurang mempertimbangkan berbagai orang. “Saya membuat kesepakatan dengan pihak terkait dan mengajukan pengunduran diri saya ke panitia penyelenggara,” katanya seperti dikutip dari kantor berita ABC.

Cornelius terkenal sebagai salah satu pendiri band rock Tokyo Flipper’s Guitar. Ia pun memulai karir solo.

Sejak pengunduran dirinya, para pejabat menyebut tindakan Cornelius tidak dapat diterima. Olimpiade Tokyo tinggal beberapa hari lagi dibuka.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Katsunobu Kato, mengatakan intimidasi Cornelius di masa lalu bertentangan dengan kebijakan pemerintah untuk mencapai masyarakat yang inklusif. Tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi. Segmen musik yang dibuat Cornelius untuk upacara pembukaan tidak akan digunakan lagi. 

Selain Cornelius, sejumlah pejabat juga mengundurkan diri dari Olimpiade Tokyo. Mantan presiden Tokyo 2020 Yoshiro Mori mundur pada Februari setelah membuat komentar seksis. Sementara Direktur kreatif Olimpiade Tokyo Hiroshi Sasaki mengundurkan diri pada Maret setelah membandingkan seorang penghibur wanita Jepang dengan seekor babi.

Baca: Pakar Ini Sebut Gelembung Covid-19 di Kampung Atlet Olimpiade Tokyo Sudah Pecah



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *