Latihan Di Turin, Eks Pemain TIRA Persikabo Bicara Kualitas Liga 1 | Bolaindo

  • Bagikan



Mantan gelandang TIRA Persikabo Louise Parfait Essengue sedang mencoba peruntungan berkarir di Italia setelah selama lebih dari satu tahun tidak mempunyai klub akibat pandemi virus Corona.

TIRA Persikabo menjadi klub terakhir yang dibela Parfait sebelum pandemi COVID-19 menghantam dunia. Menurut Parfait, setelah dilepas TIRA Persikabo pada akhir musim 2019, ia sempat mendapat tawaran dari klub di Indonesia dan beberapa negara Arab.

Hanya saja, ketika ia sedang mempertimbangkan kelanjutan karirnya, virus Corona sudah merebak di seluruh dunia, sehingga menyebabkan banyak kompetisi dihentikan. Akibatnya, ia tidak mempunyai klub sepanjang 2020 sampai sekarang.

Parfait kini sedang berada di Turin untuk mencari peruntungan. Selama berada di kota yang menjadi basis Juventus dan Torino itu, Parfait menjalani latihan mandiri untuk sekadar menjaga kebugaran sambil mencari peluang merumput di Italia.

“Saya bermain di 31 pertandingan dari 34 pekan di Indonesia, serta mencetak tiga gol. Pada Februari 2020 saya pulang ke Kamerun, dan mendapat tawaran dari klub Indonesia dan beberapa negara Arab,” beber Parfait dalam wawancaranya dengan laman Europa Calcio.

“Saya mempelajari tawaran-tawaran itu, tapi COVID-19 sudah keburu merebak. Selain itu ada penutupan penerbangan, sehingga saya terperangkap di Younde (ibukota Kamerun), dan banyak kompetisi dihentikan. Tapi sekarang saya ada di Turin, dan saya sudah tidak mempuyai agen lagi. Walau begitu, saya tetap latihan dua kali sehari.”

Kompetisi di Italia sudah tidak asing bagi Parfait, karena ia pernah memperkuat sejumlah klub di Negeri Pizza itu TOPNEWS.MY.ID 2008 dan 2014, seperti Genoa, Piacenza, Crotone, Ascoli, Cesena, Lecce, dan Pisa.

“Di sana (Indonesia), gairah terhadap sepakbola sangat besar. Setiap stadion setidaknya terisi 20-25 ribu penonton. Sedangkan di Stadion Persija [Jakarta] tempat Marco Motta bermain, Anda akan lihat ada 50 ribu penonton,” beber Parfait.

“Mereka sangat menuntut pemain asing, sehingga tekanannya menjadi ganda. Jika tidak bermain bagus, sasaran pertama adalah pemain asing, walau itu permainan secara kolektif.”

“Level Liga 1 Indonesia fluktuatif, TOPNEWS.MY.ID peringkat bawah Serie B dan papan atas Serie C. Lebih jauh lagi, di sana jumlah pertandingan banyak, dan kami lebih sering melakukan perjalanan menggunakan pesawat. Terkadang kami terbang setiap tiga hari sekali.”

Berita Terkait



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *