Demokrat Sarankan Jokowi Minta Masukan Presiden Terdahulu, Alifurrahman Curiga Ada Akal Bulus

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID, Jakarta – Pegiat media sosial, Alifurrahman mengomentari usulan Partai Demokrat agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dan meminta masukan presiden terdahulu terkait penanganan Covid-19.

Alifurrahman mencurigai bahwa ada akal bulus di balik permintaan partai berlambang mercy tersebut.

Ia menyinggung bahwa dampak pandemi ke ekonomi Indonesia tidak separah negara lain seperti Singapura dan Malaysia.


Baca Juga: Sindir Kadrun, Netizen: Jokowi Blusukan Disebut Rasa Wali Kota, Gubernur…

Dalam beberapa bukan terakhir, kata Alifurrahman, tren ekonomi Indonesia sebenarnya positif dan mungkin akan segera plus.

Menurut Alifurrahman, hal ini mungkin telah dibaca oleh Partai Demokrat sehingga meminta Jokowi untuk memanggil presiden terdahulu, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


Baca Juga: Suami Korban Pemukulan Oknum Satpol PP Gowa Ungkap Alasan Sebut…

“Supaya apa? Supaya kalau ekonomi nanti diberitakan positif, nanti bisa mereka klaim bahwa ini gara-gara SBY, gara-gara nasihat SBY. Itu maksudnya,” katanya.

Pernyataannya itu dapat dilihat dalam video berjudul “Halu! Demokrat Minta Jokowi Belajar dari SBY” yang diunggah 2045 TV pada Senin, 19 Juli 2021.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Irwan meminta Jokowi untuk bertemu dan belajar dari presiden atau wakil presiden terdahulu.


Baca Juga: DJ Sekaligus Artis Dinar Candy Tanggapi Postingan Instagram Jokowi Terkait…

“Tidak ada salahnya juga Jokowi inisiasi pertemuan dengan mantan presiden atau wakil presiden RI untuk mendapatkan masukan yang lebih luas dan jernih,” katanya pada Minggu, 18 Juli 2021.

Irwan mengatakan bahwa hal itu bisa dilakukan sebab pandemi Covid-19 ini adalah perang bersama.

Ia meyakini bahwa presiden dan wapres terdahulu dapat memberikan saran untuk strategi mengatasi Covid-19 serta strategi pemulihan ekonomi.

“Saya yakin akan ada rekomendasi yang strategis dan prioritas bagi bangsa ini untuk mengatasi Covid-19 dan pulihkan ekonomi nasional pascapertemuan,” jelasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan